NTT – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak terhadap sejumlah fasilitas bandar udara di Flores dan sekitarnya.
Meski terdapat kerusakan di beberapa bagian bangunan, penerbangan komersial masih tetap berjalan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan sejumlah bandara yang terdampak masih dapat digunakan.
Pemeriksaan dan langkah mitigasi dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang serta memastikan pelayanan penerbangan tetap berlangsung.
Lima Bandara Terdampak Gempa
Kementerian Perhubungan mencatat ada lima bandara yang mengalami dampak akibat gempa.
Kelima bandara tersebut berada di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur, yakni:
- Bandara Komodo di Labuan Bajo
- Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende
- Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu
- Bandara Frans Sales Lega di Ruteng
- Bandara Soa di Bajawa
Kerusakan yang ditemukan di masing-masing bandara berbeda. Sebagian besar berupa kerusakan ringan pada bagian bangunan dan fasilitas pendukung.
Di Bandara Komodo, kerusakan ditemukan pada plafon terminal dan fire station. Retakan juga terlihat pada dinding gedung administrasi serta bagian fillet Taxiway A.
Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende mengalami kerusakan pada plafon terminal. Retakan juga ditemukan di gedung PKP-PK dan struktur tower. Pelayanan lalu lintas udara tetap dilakukan dengan menerapkan prosedur kontingensi.
Di Bandara Umbu Mehang Kunda, kerusakan terjadi pada partisi kaca di lantai dua terminal. Area yang dinilai berpotensi membahayakan kemudian diamankan dan aksesnya dibatasi.
Bandara Frans Sales Lega di Ruteng juga mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan, seperti arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat, dinding PKP-PK, dan tower. Namun, pemeriksaan menunjukkan sisi udara masih dapat digunakan untuk melayani penerbangan.
Sementara itu, Bandara Soa di Bajawa mengalami kerusakan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada sejumlah bagian dinding dan kolom.
Retakan juga ditemukan pada runway sehingga dilakukan pengamanan dan langkah mitigasi.
Penerbangan Komersial Tetap Berjalan
Meskipun sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, Kementerian Perhubungan memastikan penerbangan komersial tetap dapat dilakukan di bandara yang masih memenuhi persyaratan keselamatan.
Petugas melakukan pembatasan akses pada area tertentu yang mengalami kerusakan untuk mencegah risiko terhadap penumpang maupun pekerja.
Langkah tersebut memungkinkan aktivitas penerbangan tetap berjalan sekaligus mendukung kebutuhan penanganan pascabencana.
Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere juga tetap beroperasi dan dapat mendukung mobilisasi bantuan serta kebutuhan pemerintah setelah gempa.
Namun, kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti aktivitas gempa susulan. Pada Senin (17/8/2026), dua penerbangan dari Bandara Komodo menuju Ende dan Bajawa sempat dibatalkan akibat gempa susulan di wilayah Flores. Sementara sejumlah penerbangan lainnya masih beroperasi.
Kemenhub Prioritaskan Keselamatan
Kementerian Perhubungan terus melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas bandar udara yang terdampak. Mitigasi diterapkan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan agar tidak membahayakan penumpang maupun petugas.
Pemerintah juga memastikan keberadaan bandara tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi bantuan dan mobilisasi selama proses penanganan bencana.
Masyarakat yang hendak bepergian ke wilayah NTT diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara.
Hal ini penting karena jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi gempa dan hasil pemeriksaan keselamatan.***




