JAKARTA – Barcelona mendatangkan Rodri dari Manchester City dengan nilai fantastis, sebuah langkah yang mempertegas ambisi Blaugrana kembali menjadi kekuatan utama di Liga Champions.
FC Barcelona resmi menyelesaikan transfer Rodri dari Manchester City pada 18 Agustus 2026 setelah kedua klub mencapai kesepakatan senilai hingga €76,5 juta atau sekitar Rp1,59 triliun.
Rodri menandatangani kontrak hingga Juni 2030 dan menjadi salah satu transfer terbesar Barcelona pada bursa musim panas 2026.
Kedatangan gelandang berusia 30 tahun itu langsung meningkatkan ekspektasi terhadap Barcelona dalam persaingan Liga Champions musim baru.
Rodri membawa pengalaman memenangkan Liga Champions, Premier League, Ballon d’Or 2024, serta gelar Piala Dunia bersama Spanyol.
Barcelona berharap pengalaman tersebut dapat memberikan keseimbangan, ketenangan, dan kepemimpinan yang dibutuhkan lini tengah untuk menghadapi klub-klub elite Eropa.
Persaingan menuju gelar Liga Champions kini semakin menarik karena Barcelona kembali masuk dalam kelompok kandidat yang patut diperhitungkan.
Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Real Madrid, Manchester City, dan Arsenal tetap menjadi pesaing utama dalam perebutan trofi antarklub Eropa tersebut.
Namun, kehadiran Rodri membuat kekuatan Barcelona menjadi lebih lengkap, terutama dalam mengontrol tempo dan menjaga keseimbangan permainan.
Transfer ini juga menjadi pukulan tersendiri bagi Manchester City karena mereka harus kehilangan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan tim.
Rodri meninggalkan Manchester City setelah mencatat 298 penampilan, 28 gol, dan membantu klub meraih 14 trofi utama.
Ia menjadi bagian penting ketika City meraih treble pada musim 2022/2023 dan mencetak gol kemenangan dalam final Liga Champions.
Dalam pesan perpisahannya, Rodri mengaku keputusan meninggalkan Manchester City menjadi salah satu momen tersulit dalam perjalanan hidupnya.
“Saya menemukan bahwa mengucapkan selamat tinggal adalah salah satu hal tersulit dalam hidup, tetapi saya akan mencoba melakukannya,” ungkapnya seperti dikutip dari SB Nation, Rabu.
Rodri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, rekan setim, staf, klub, serta para pendukung Manchester City atas dukungan selama bertahun-tahun.
“City tidak hanya membuat saya berkembang sebagai pemain, tetapi juga sebagai manusia.”
Ia mengenang Manchester sebagai kota yang turut membentuk kehidupannya, termasuk perjalanan pendidikan saudaranya dan pekerjaan pasangannya.
“Perjalanan ini tidak akan pernah sama tanpa kalian, dan hati saya akan selalu berwarna biru.”
Pesan tersebut menutup era panjang Rodri bersama Manchester City sekaligus membuka babak baru dalam kariernya bersama Barcelona.
Rodri sendiri datang ke Barcelona setelah melewati periode sulit akibat cedera lutut dan sejumlah masalah kebugaran yang sempat mengganggu kariernya.
Meski demikian, Barcelona menilai pengalaman, kecerdasan taktis, dan kemampuan mengatur permainan Rodri dapat menjadi aset penting bagi skuad Hansi Flick.
Kehadirannya juga membuka peluang perubahan dalam struktur lini tengah Barcelona karena klub kini memiliki lebih banyak pilihan berkualitas di sektor tersebut.
Bagi Barcelona, transfer Rodri bukan sekadar pembelian pemain, melainkan pernyataan bahwa klub siap kembali mengejar kejayaan Eropa.
Langkah tersebut sekaligus meningkatkan tekanan terhadap para rival karena Blaugrana kini memiliki tambahan pemain bermental juara untuk menghadapi persaingan Liga Champions.
Dengan kontrak hingga 2030, Barcelona berharap Rodri menjadi fondasi penting dalam proyek jangka panjang klub untuk kembali menguasai kompetisi domestik dan Eropa.***




