NTT — Tim medis TNI Angkatan Laut berhasil mengoperasi Arnol Dus, petani berusia 68 tahun yang mengalami patah tulang setelah tertimpa reruntuhan rumah akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tindakan medis tersebut dilakukan di KRI dr. Soeharso-990 yang dikerahkan sebagai kapal rumah sakit untuk membantu korban bencana.
Arnol mengalami cedera serius ketika gempa mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Saat kejadian, dinding rumahnya ambruk dan menimpa tubuhnya. Akibatnya, Arnol mengalami patah tulang pada bahu kiri dan tulang panggul.
Dengan kondisi tersebut, Arnol membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Ia kemudian dievakuasi ke KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapatkan perawatan menggunakan fasilitas medis yang tersedia di kapal rumah sakit milik TNI AL tersebut.
Setibanya di kapal, Arnol terlebih dahulu mendapat pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penanganan awal dilakukan Lettu Laut (K) dr. Aditya Firmansyah untuk memastikan kondisi umum pasien sebelum menjalani tindakan medis berikutnya.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar bagi tim dokter untuk menentukan penanganan terhadap cedera yang dialami Arnol. Tim medis memutuskan operasi diperlukan untuk menangani patah tulang yang dideritanya.
Tindakan operasi dilakukan oleh Letkol Laut (K) dr. Pieter Giarso, Sp.OT, dokter spesialis ortopedi TNI AL. Prosedur tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur dan berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti.
Penanganan terhadap Arnol menjadi salah satu bagian dari misi kemanusiaan KRI dr. Soeharso-990 di wilayah NTT setelah gempa. Kapal rumah sakit tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak, termasuk korban yang membutuhkan penanganan medis akibat cedera serius.
Keberadaan fasilitas medis di kapal memungkinkan korban dengan kondisi yang membutuhkan tindakan lebih lanjut mendapatkan penanganan di tengah situasi tanggap darurat bencana. Salah satunya melalui layanan operasi bagi pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan.
Pengerahan KRI dr. Soeharso-990 juga menjadi bagian dari dukungan TNI AL dalam penanganan dampak bencana alam. Kapal tersebut membawa tenaga medis serta fasilitas kesehatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perawatan pascagempa.
Operasi terhadap Arnol menambah rangkaian pelayanan medis yang dilakukan tim kesehatan TNI AL selama misi kemanusiaan di NTT. Setelah menjalani tindakan medis, petani berusia 68 tahun itu mendapat penanganan lanjutan sesuai kondisi cederanya di atas kapal rumah sakit tersebut.





