JAKARTA – Julián Alvarez dan Atlético Madrid kembali terlibat perang pernyataan setelah saga transfer sang penyerang Argentina menuju Barcelona belum menemukan jalan keluar.
Perseteruan semakin panas setelah CEO Atlético Madrid Miguel Ángel Gil Marín menyinggung kualitas penasihat Alvarez dalam beberapa bulan terakhir.
Gil Marín menyebut Alvarez tidak dikelilingi penasihat terbaik, sehingga komentar tersebut langsung mendapat respons dari agen sang pemain, Fernando Hidalgo.
Hidalgo membalas melalui media sosial dengan sindiran tajam yang berbunyi, “Jangan pernah bertanya kepada seorang pembohong mengapa dia berbohong,” dikutip Sports Illustrated, Minggu (23/8/2026).
Pernyataan tersebut memperpanjang ketegangan antara kubu Alvarez dan Atlético Madrid yang berlangsung sejak pemain berusia 26 tahun itu menyatakan keinginan meninggalkan klub.
Keinginan Alvarez mendapat penolakan tegas dari Atlético Madrid meski Barcelona dan Real Madrid sempat menyampaikan ketertarikan serius terhadap mantan penyerang Manchester City tersebut.
Gil Marín menegaskan Atlético tidak berniat melepas Alvarez dengan mengatakan, “Jawaban kami tidak berubah: kami tidak ingin menjualnya.”
Ia bahkan menyatakan klub tidak akan menerima tawaran senilai €100 juta, €150 juta, maupun €200 juta untuk pemain yang masih terikat kontrak hingga Juni 2030.
Pelatih Atlético Madrid Diego Simeone juga berdiri di belakang keputusan manajemen untuk mempertahankan Alvarez di Stadion Metropolitano.
Simeone menegaskan, “Tidak ada ketidakpastian, Miguel Ángel [Gil Marín] sudah berbicara dengan jelas.”
Pelatih asal Argentina itu juga menyatakan Alvarez merupakan bagian penting dari rencana Atlético Madrid untuk mengejar target musim ini.
Simeone berkata, “Bagi saya, Alvarez adalah pemain yang sangat penting untuk mencapai tujuan kami, kami akan mendukung dan menjaganya dari sisi olahraga.”
Alvarez sebelumnya absen ketika Atlético Madrid menghadapi Málaga pada laga pembuka La Liga karena belum mencapai kondisi kebugaran terbaik setelah menjalani masa persiapan yang terbatas.
Perhatian kini tertuju pada kemungkinan Alvarez tampil ketika Atlético Madrid menghadapi Villarreal pada Minggu, yang berpotensi menjadi ujian emosional bagi sang penyerang.
Barcelona Mulai Mengendur
Barcelona sebelumnya menjadikan Alvarez sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini depan setelah Robert Lewandowski meninggalkan klub dan bergabung dengan Chicago Fire.
Kepergian Ferran Torres menuju Paris Saint-Germain juga membuat kebutuhan Barcelona terhadap penyerang berkualitas semakin besar.
Namun, sejumlah laporan terbaru menyebut Barcelona mulai mengakhiri pengejaran terhadap Alvarez setelah menghadapi penolakan berulang dari Atlético Madrid.
Hambatan terbesar Barcelona adalah klausul pelepasan Alvarez yang mencapai €500 juta atau sekitar Rp9,4 triliun dengan asumsi kurs €1 sekitar Rp18.800.
Nilai tersebut sangat sulit dipenuhi Barcelona yang masih menghadapi keterbatasan finansial, sehingga transfer Alvarez semakin sulit direalisasikan.
Arsenal Masih Memantau
Arsenal juga sempat menunjukkan ketertarikan terhadap Alvarez ketika Mikel Arteta mencari penyerang elite untuk memperkuat skuadnya.
Menurut laporan The Athletic, Arsenal telah menyampaikan minat kepada Atlético Madrid tetapi membutuhkan sinyal positif dari pihak Alvarez sebelum membuka negosiasi resmi.
Masalahnya, Alvarez disebut masih bertekad pindah ke Barcelona sehingga peluang Arsenal bergantung pada perubahan sikap sang pemain.
Dengan tenggat bursa transfer 1 September semakin dekat, Atlético Madrid kini menjadi opsi paling realistis bagi Alvarez jika tidak terjadi perkembangan besar dalam saga transfer tersebut.***





