RIAU — Tim gabungan TNI, Polri, dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area perkebunan kelapa di Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pemadaman dilakukan selama tiga hari hingga seluruh titik api dinyatakan padam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah munculnya api kembali.
Kebakaran yang terjadi di kawasan perkebunan milik warga tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar dua hektare. Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar dan material vegetasi kering membuat api mudah menyebar, terlebih saat angin bertiup kencang.
Personel Pos Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) Pulau Kijang bersama Koramil 07/Reteh, Polsek Reteh, serta warga setempat dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran. Mereka bekerja secara bergantian untuk memadamkan api sekaligus memastikan tidak ada titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran baru.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.
“Keberhasilan memadamkan Karhutla ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kepedulian seluruh unsur yang berada di lapangan,” kata Agung dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Menurut dia, personel Pos Babinpotmar Pulau Kijang bersama Koramil, Polsek, dan masyarakat terus berada di lokasi selama tiga hari untuk memastikan kebakaran dapat dikendalikan hingga proses pemadaman selesai.
“Selama tiga hari, personel Pos Babinpotmar Pulau Kijang bersama Koramil, Polsek, dan masyarakat telah menunjukkan semangat serta ketangguhan hingga proses pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Penanganan karhutla tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dipadamkan. Petugas melanjutkan proses pendinginan atau *cooling down* untuk memastikan bara yang masih tersisa di dalam tanah maupun material kering benar-benar mati.
Tahap tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas atau *hotspot*. Langkah ini menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran karena bara yang tersisa dapat kembali menyala dan memperluas area terdampak apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Medan di lokasi juga menjadi salah satu tantangan bagi petugas. Kawasan perkebunan kelapa yang dipenuhi semak dan vegetasi kering membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara intensif. Kondisi angin yang cukup kencang turut meningkatkan risiko api kembali menyebar.
Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran tersebut. Selain membantu proses pemadaman, warga turut mendukung upaya petugas dalam memastikan area yang sebelumnya terbakar tidak kembali menjadi sumber api.
Keterlibatan personel TNI AL dalam penanganan karhutla tersebut juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Prajurit tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga dikerahkan untuk membantu menangani berbagai kondisi yang dapat mengganggu keselamatan dan aktivitas warga.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya menekankan pentingnya kehadiran prajurit TNI AL di tengah masyarakat, termasuk ketika menghadapi bencana. Sinergi dengan TNI AD, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.
Dengan selesainya pemadaman dan pendinginan di Desa Pulau Kecil, tim gabungan memastikan penanganan karhutla dilakukan hingga tahap akhir. Upaya tersebut sekaligus ditujukan untuk mencegah api kembali muncul di kawasan perkebunan yang sebelumnya terdampak kebakaran.



