JAKARTA – Luka Doncic kembali menjadi bahan spekulasi setelah laporan terbaru membuka peluang reuni sang bintang dengan Dallas Mavericks pada masa depan.
Doncic meninggalkan Dallas melalui pertukaran mengejutkan ke Los Angeles Lakers pada Februari 2025 dan kini menjadi pusat proyek baru tim California tersebut.
Menurut laporan ESPN, kontrak Doncic dengan Lakers belum tentu mengikatnya dalam jangka sangat panjang.
Analis ESPN Tim MacMahon menilai situasi kontrak itu membuat sejumlah tim NBA tetap memantau kemungkinan Doncic tersedia pada masa depan.
“Dia terus menunjukkan optimisme dan kegembiraan terhadap Lakers sejak menandatangani perpanjangan kontrak tersebut,” ujar MacMahon, dikutip Selasa (25/8/2026).
Namun, MacMahon mengingatkan kontrak tersebut tidak berlangsung terlalu panjang dan bisa membuka peluang perubahan besar jika situasi di Los Angeles tidak berjalan sesuai harapan.
“Percayalah, ada tim-tim di liga yang melihat situasi itu dan berkata, ‘Jika semuanya berjalan buruk, kami tentu ingin mendapatkan Luka ketika dia masih berada di pertengahan masa jayanya,’” katanya.
Secara kontrak, Doncic berpotensi memasuki bursa agen bebas tanpa batas pada musim panas 2028 jika menolak opsi pemain senilai US$57,4 juta atau setara sekitar Rp1,02 triliun.
Doncic juga memiliki peluang memperpanjang kontraknya bersama Lakers lebih awal sehingga masa depannya akan menjadi perhatian besar dalam beberapa musim mendatang.
Los Angeles sendiri bergerak agresif pada musim panas 2026 untuk membangun skuad yang lebih kompetitif di sekitar Doncic.
Lakers mendatangkan Walker Kessler serta menambah Quentin Grimes, Sandro Mamukelashvili, Collin Sexton, Ziaire Williams dan Kevon Looney.
Mereka juga merekrut Matisse Thybulle serta kembali mendapatkan Jaden Hardy yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari Mavericks.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Lakers menjadikan Doncic sebagai pusat kekuatan tim setelah era LeBron James berakhir.
Meski demikian, kedalaman skuad dan kemampuan bertahan Lakers masih menjadi pertanyaan besar menghadapi persaingan ketat Wilayah Barat.
Jika Lakers kembali tersingkir pada putaran awal playoff karena persoalan cedera atau pertahanan, situasi itu berpotensi memengaruhi keputusan Doncic mengenai masa depannya.
Kondisi tersebut menjadi alasan Mavericks diyakini akan terus memantau perkembangan Doncic hingga 2028.
Kembalinya Doncic ke Dallas melalui agen bebas akan menjadi salah satu reuni terbesar dalam sejarah NBA modern.
Skenario tersebut bahkan dapat mengingatkan pada keputusan LeBron James kembali ke Cleveland Cavaliers pada 2014 setelah meninggalkan klub tersebut.
Di Dallas, Doncic berpotensi bermain bersama Cooper Flagg dan membentuk duet bintang yang dapat mengubah arah masa depan Mavericks.
Namun, kemungkinan tersebut masih sebatas skenario dan belum menunjukkan adanya pembicaraan konkret mengenai kepindahan Doncic dari Los Angeles.
Untuk saat ini, Doncic tetap menjadi bagian penting Lakers dan skuad Los Angeles masih memiliki kesempatan membuktikan bahwa proyek mereka mampu bersaing memperebutkan gelar NBA.
Mavericks pun harus menunggu perkembangan situasi sambil membangun tim yang cukup menarik untuk membuat Doncic mempertimbangkan kepulangan pada 2028.
Jika seluruh kondisi akhirnya berpihak kepada Dallas, mimpi yang sekarang terdengar mustahil itu bisa berubah menjadi salah satu saga transfer terbesar NBA.***



