Dunia kuliner selalu punya cara untuk menghadirkan kejutan. Jika bisnis kuliner umumnya beroperasi di ruko, gerobak, atau tenda pinggir jalan, seorang pria di Aceh Utara bernama Bang Baneng justru mencuri perhatian publik lewat konsep jualan yang tak biasa: meracik Mie Aceh dari atas pohon manggis!
Kepada media, Bang Baneng mengaku ide unik ini berawal dari keterbatasan modal untuk menyewa tempat usaha. Tak hilang akal, ia menyulap pohon manggis di sekitar kediamannya menjadi dapur utama.
Aksinya yang diunggah melalui akun Instagram @bangbaneng1 dan TikTok @bangbaneng mendadak viral. Meski berjualan di ketinggian, Bang Baneng tetap mengutamakan keselamatan dengan memakai alat pengaman diri lengkap.
Tarik Alat Pakai Tali, Sajikan Makanan Pakai Ember
Proses memasak dan bertransaksi di atas pohon ini terbilang sangat unik sekaligus memicu rasa penasaran:
-
Persiapan Dapur Melayang: Bahan baku, bumbu racikan, mie, wajan, hingga kompor portabel ditarik satu per satu ke atas pohon menggunakan ember dan tali derek manual, lalu digantung rapi di dahan.
-
Sistem Antar Pesanan: Setelah Mie Aceh selesai dimasak di atas dahan, makanan diletakkan di dalam ember khusus lalu diturunkan perlahan menggunakan tali ke arah pembeli yang menunggu di bawah.
-
Pembayaran Kreatif (Tunai & QRIS): Pembeli bisa meletakkan uang tunai di dalam ember tersebut untuk ditarik ke atas. Uniknya, Bang Baneng juga melengkapi embernya dengan cetakan kode QRIS terlaminasi, sehingga pelanggan tinggal melakukan scan dari bawah secara praktis.
Harga Terjangkau dan Lokasi Jualan
Kreativitas yang memanfaatkan keterbatasan ini membuahkan hasil manis. Kedai melayang milik Bang Baneng kini ramai diserbu pembeli serta penonton setia live streaming TikTok-nya dari berbagai daerah.
Bang Baneng menawarkan empat varian menu lezat dengan harga yang sangat ramah di kantong, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000:
-
Mie Aceh Polos
-
Mie Aceh Telur
-
Mie Aceh Bakso
-
Indomie Rempah Khas Aceh
Bagi yang penasaran ingin merasakan sensasinya, lokasi jualan Bang Baneng berada di Desa Teungku, Banda Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Kedai unik ini buka setiap hari (kecuali hari Jumat) mulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB—dengan catatan cuaca cerah dan tidak sedang terjadi hujan atau angin kencang.



