Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, akhirnya angkat bicara usai ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, dilarikan ke rumah sakit akibat diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan nada penyesalan mendalam, Rafli menyampaikan permohonan maaf atas insiden tragis yang menimpa para siswa dan santri tersebut.
“Mohon maaf ya, saya sangat menyesal,” ucap Rafli saat ditemui awak media, Rabu (2/9/2026).
Kronologi Pengolahan dan Dugaan Luapan Korban di Luar Ponpes
Membeberkan alur dapur umum yang dipimpinnya, Rafli menjelaskan bahwa proses pengolahan makanan pada hari kejadian dilakukan sesuai prosedur standar operasional harian. Pengolahan bahan baku dimulai sejak tengah malam pukul 00.00 WIB, sebelum akhirnya didistribusikan ke lokasi penerima sekitar pukul 11.00 WIB.
Nahas, dampak keracunan ini ternyata tidak hanya melanda area pesantren. Pihak SPPG menerima laporan bahwa lima murid sekolah dasar dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 juga mengalami gejala serupa pada Selasa (1/9/2026) malam.
“Laporan masuk tadi malam. Setelah kami konfirmasi, lima siswa SD tersebut juga mengalami gejala keracunan,” ungkap Rafli.
Klaim Lolos Uji Organoleptik dan Batas Konsumsi
Menanggapi desas-desus bahwa hidangan tersebut beraroma dan terasa basi (kecut), Rafli mengklaim bahwa setiap porsi hidangan yang keluar dari SPPG sebenarnya telah melewati tahapan pengecekan rasa (uji organoleptik). Prosedur pengujian tersebut melibatkan perwakilan (Person in Charge/PIC) dari pihak sekolah sebelum makanan dibagikan secara masal.
“Di setiap sekolah ada uji organoleptik yang diicipi langsung oleh PIC sekolah. Saat saya konfirmasi kembali, mereka menyampaikan makanan aman dan tidak ada masalah waktu itu,” kelihnya.
Ia juga menambahkan bahwa makanan hasil olahan dapur umum tersebut idealnya memiliki batas aman konsumsi maksimal empat jam sejak diterima.
Rincian Menu yang Disajikan
Sebagai informasi, insiden bermula usai para santri menyantap hidangan paket MBG selepas salat Zuhur. Memasuki waktu Asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan mual dan pusing, hingga puncaknya saat Magrib puluhan ambulans mulai lalu-lalang mengevakuasi ratusan korban ke delapan rumah sakit di Sidoarjo.
Serka Andik, pendamping SPPG untuk Ponpes Manbaul Hikam, mengonfirmasi Rincian menu hidangan yang disajikan pada hari nahas tersebut yaitu nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu bali dan buah apel segar.