Tim Ferrari resmi mengumumkan akan membawa pembaruan mesin (power unit) terbaru pada gelaran Formula 1 GP Italia di Sirkuit Monza. Langkah ini diambil demi memangkas jarak kecepatan dengan tim-tim papan atas di garis depan.
Dalam beberapa pekan terakhir, performa skuad Kuda Jingkrak ini memang melorot ke posisi tim tercepat ketiga. Mereka tertinggal dari dominasi Mercedes serta lonjakan performa McLaren, yang baru saja mengemas dua kemenangan beruntun lewat Lando Norris di Hungaria dan Belanda.
Selepas balapan di Zandvoort, Ferrari sempat merendah terkait peluang mereka di rumah sendiri. Namun, pengumuman upgrade mesin ini dipastikan mendongkrak ekspektasi publik—terlebih Ferrari juga akan tampil dengan livery spesial mengenang mobil 1996 milik sang legenda, Michael Schumacher.
Bos Tim Ferrari, Fred Vasseur, menegaskan pentingnya momentum balapan di kandang sendiri bagi seluruh tim.
“Monza selalu menjadi akhir pekan yang sangat spesial bagi Ferrari,” tutur Fred Vasseur. “Balapan di hadapan para tifosi memberi energi luar biasa bagi seluruh tim. Tahun ini makin emosional karena kami merayakan warisan Michael Schumacher. Semangat pantang menyerah, ketelitian, dan kerja samanya tetap menjadi nilai inti kami hingga hari ini.”
Tambahan 15 Tenaga Kuda dan Celah Aturan ADUO
Dari sisi performa, Vasseur mengonfirmasi hadirnya komponen baru pada unit daya mereka untuk mengejar marjin kecepatan yang sangat tipis musim ini.
“Dari sisi performa, kami memperkenalkan pembaruan unit daya sebagai bagian dari peluang pengembangan di bawah regulasi ADUO. Ini adalah langkah ke arah yang benar. Monza adalah sirkuit yang sangat menuntut dan persaingan antar tim sangat ketat,” tambah Vasseur.
Pembaruan mesin Ferrari ini dilaporkan memberi tambahan daya hingga 15 tenaga kuda (bhp), yang diproyeksikan bakal memangkas jarak performa secara signifikan dari Mercedes.
Menariknya, hasil pengujian ADUO terkini menunjukkan bahwa Red Bull sejatinya masih memiliki mesin pembakaran dalam (ICE) terbaik di grid. Namun karena aturan penilaian tersebut, Red Bull terkunci dan tidak diizinkan membawa pembaruan komponen mesin ke lintasan, sementara produsen lain seperti Ferrari bebas melakukan peningkatan.
Suntikan tenaga baru ini juga menjadi modal krusial bagi Ferrari untuk menahan gempuran pimpinan klasemen, Kimi Antonelli. Pembalap muda tersebut diprediksi bakal tampil agresif melakukan manuver dari posisi belakang akibat mendapat penalti pergantian mesin pada balapan hari Minggu nanti.