NEW YORK — New York Knicks kembali mengingat salah satu momen paling menyakitkan San Antonio Spurs melalui unggahan singkat di media sosial.
Tim media sosial Knicks mengunggah angka “29” di platform X, yang diyakini menjadi sindiran terhadap keunggulan 29 poin Spurs pada Gim 4 Final NBA.
Mengutip ClutchPoints, Selasa (1/9/2026), angka tersebut merujuk pada pertandingan ketika Spurs sempat menguasai laga dan unggul jauh atas Knicks di Madison Square Garden.
San Antonio bahkan memasuki jeda pertandingan dengan keunggulan 29 angka setelah tampil agresif sejak kuarter pertama.
Situasi itu membuat Spurs berada di posisi ideal untuk menyamakan kedudukan seri dan membawa momentum positif ke pertandingan berikutnya.
Namun, Knicks secara perlahan memangkas jarak melalui pertahanan yang lebih rapat dan permainan ofensif yang semakin efektif.
Jalen Brunson, OG Anunoby, serta Jose Alvarado menjadi bagian penting dari kebangkitan Knicks ketika tekanan pertandingan mencapai titik tertinggi.
Drama mencapai puncaknya pada penghujung laga saat Anunoby menggagalkan peluang De’Aaron Fox dengan sebuah blok krusial.
Anunoby kemudian mengamankan kemenangan Knicks setelah mengarahkan tembakan Brunson masuk ke keranjang pada momen yang menentukan.
Kemenangan tersebut membuat Knicks berbalik unggul 3-1 dalam seri final dan semakin dekat dengan gelar juara NBA.
New York akhirnya menutup seri di San Antonio melalui kemenangan comeback lainnya dan memastikan trofi Larry O’Brien kembali menjadi milik mereka.
Keberhasilan itu menjadi pencapaian bersejarah bagi Knicks setelah penantian panjang lebih dari lima dekade untuk kembali menjadi juara NBA.
Perjalanan tersebut sekaligus memperkuat citra Knicks sebagai tim yang memiliki daya juang luar biasa sepanjang rangkaian Final NBA.
Unggahan angka “29” kini menjadi pengingat singkat tentang bagaimana keunggulan besar Spurs berubah menjadi salah satu titik balik terbesar dalam perjalanan Knicks menuju gelar.
Makna Angka ’29’ bagi Knicks
Bagi Knicks, angka tersebut bukan sekadar statistik pertandingan, melainkan simbol dari comeback spektakuler yang membantu mengubah arah Final NBA.
Bagi Spurs, keunggulan 29 poin itu menjadi salah satu momen pahit karena gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Sindiran tersebut juga menunjukkan bahwa rivalitas dan drama Final NBA masih meninggalkan cerita yang menarik meski pertandingan telah berakhir.
Knicks kini dapat menggunakan keberhasilan tersebut sebagai fondasi baru setelah berhasil mengakhiri penantian panjang menuju gelar NBA.
Sementara itu, Spurs harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan keunggulan besar yang menjadi salah satu titik paling menentukan dalam seri final.***