LONDON — Arsenal kembali menghadapi situasi pelik dalam perburuan penyerang setelah Malick Fofana tidak lagi menjadi opsi realistis bagi klub London tersebut.
Fofana sempat muncul sebagai salah satu alternatif Arsenal setelah usaha mendatangkan Julián Alvarez menemui jalan buntu.
Namun, perkembangan terbaru justru membawa pemain Lyon itu semakin dekat dengan klub Premier League lain pada hari terakhir bursa transfer.
Menurut kabar terbaru, seperti dilaporkan Sport Illustrated, Selasa, Crystal Palace berusaha membajak kesepakatan Sunderland untuk mendapatkan Fofana.
Sunderland sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Lyon dengan nilai sekitar £25,7 juta atau sekitar Rp622,04 miliar.
Nilai tersebut juga disebut setara sekitar €30 juta atau Rp621,66 miliar, sementara laporan lain mencantumkan angka US$34,8 juta atau sekitar Rp618,92 miliar.
Perbedaan nominal terjadi karena sejumlah laporan menggunakan struktur mata uang dan rincian paket transfer yang berbeda.
Crystal Palace kemudian mencoba mengganggu langkah Sunderland dengan menawarkan nilai yang sebanding untuk mendapatkan winger asal Belgia tersebut.
Situasi ini membuat masa depan Fofana berubah cepat meski Sunderland sebelumnya sudah berada dalam posisi sangat kuat.
Laporan terbaru bahkan menyebut Fofana telah menjalani pemeriksaan medis bersama Sunderland sebelum Palace datang dengan upaya pembajakan transfer.
Arsenal sendiri diketahui telah mengeksplorasi peluang merekrut Fofana pada tenggat transfer, tetapi akhirnya memilih tidak meneruskan langkah tersebut.
Kegagalan mengejar Fofana menjadi persoalan tambahan bagi Mikel Arteta karena lini depan Arsenal mengalami perubahan besar pada musim panas ini.
Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus termasuk pemain yang dikaitkan dengan pintu keluar, sementara Arsenal sebelumnya hanya mendatangkan Christos Tzolis sebagai tambahan penting di sektor serang.
Situasi tersebut membuat kedalaman lini depan Arsenal semakin menjadi sorotan menjelang berakhirnya periode transfer.
Musim lalu, Arsenal juga hanya mencetak 71 gol di Premier League, sebuah angka yang menunjukkan kebutuhan klub untuk meningkatkan produktivitas serangan.
Karena itu, kegagalan mendapatkan Fofana membuat Arteta harus kembali mencari solusi dalam waktu yang sangat terbatas.
Sebelumnya, Arsenal juga sempat dikaitkan dengan Julián Alvarez sebagai target utama untuk memperkuat lini depan.
Namun, peluang tersebut semakin kecil setelah Alvarez dikabarkan lebih memilih Barcelona dan Atlético Madrid tidak berniat membuka jalan bagi kepindahan tersebut.
Arteta pun disebut telah mengetahui bahwa Arsenal bukan tujuan yang diprioritaskan Alvarez dalam situasi transfer tersebut.
Kondisi itu membuat Arsenal harus beralih ke sejumlah alternatif lain, tetapi Fofana kini juga berada di tengah persaingan sengit antarklub Premier League.
Di sisi lain, Arsenal juga melepas pemain muda Ethan Nwaneri untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak di luar London.
Nwaneri dilaporkan akan bergabung dengan Borussia Dortmund melalui skema peminjaman selama satu musim.
Keputusan tersebut menjadi langkah penting bagi perkembangan pemain muda Arsenal yang kesulitan mendapatkan menit bermain secara konsisten.
Dortmund dikenal memiliki reputasi sebagai klub yang mampu mengembangkan pemain muda melalui kompetisi level tinggi.
Kehadiran Nwaneri di Dortmund juga semakin menarik karena klub Jerman tersebut sedang membutuhkan tambahan tenaga setelah Giannis Konstantelias mengalami cedera ACL serius.
Nwaneri diharapkan dapat memperoleh menit bermain reguler sekaligus mengasah kemampuannya dalam atmosfer kompetisi Eropa.
Menariknya, regulasi Liga Champions memungkinkan pemain pinjaman menghadapi klub asalnya jika kedua tim bertemu, berbeda dengan aturan Premier League yang melarang situasi serupa.
Dengan bursa transfer yang memasuki fase akhir, Arsenal kini menghadapi tekanan untuk menentukan langkah terakhir dalam memperkuat lini depan.
Kegagalan mendapatkan Fofana sekaligus situasi Alvarez menunjukkan bahwa strategi transfer Arsenal belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana.
Bagi Arteta, persoalan terbesar bukan hanya mencari pemain baru, tetapi memastikan kualitas dan kedalaman skuad tetap memadai untuk menjalani persaingan musim ini.
Sementara itu, persaingan Sunderland dan Crystal Palace untuk Fofana menjadi salah satu drama transfer paling menarik pada tenggat bursa Premier League.
Nasib pemain Lyon tersebut kini menjadi perhatian karena keputusan akhirnya dapat memengaruhi rencana transfer beberapa klub sekaligus.***