JAKARTA – San Antonio Spurs tampaknya membuka jalan lebar bagi Stephon Castle untuk berkembang menjadi salah satu bintang utama NBA musim depan.
Langkah Spurs pada bursa pemain menunjukkan bahwa mereka lebih mengandalkan perkembangan internal ketimbang melakukan perubahan besar pada komposisi tim.
Castle menjadi kandidat paling kuat untuk muncul sebagai bintang ketiga Spurs setelah menunjukkan perkembangan signifikan pada musim keduanya.
Mengutip Air Alamo, Selasa (1/9/2026), pemain berusia muda itu mendapat tanggung jawab lebih besar sebagai pengatur serangan utama dibandingkan ketika menjalani musim rookie.
Perubahan peran tersebut menghasilkan dampak positif karena Castle mampu memimpin Spurs dalam jumlah assist sepanjang musim lalu.
Namun, masalah turnover masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki jika Castle ingin berkembang sebagai point guard utama NBA.
Kemampuan mengurangi kesalahan saat menguasai bola dapat menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa besar lonjakan performanya musim depan.
Spurs juga memiliki opsi untuk kembali menempatkan Castle lebih banyak sebagai pemain off-ball pada musim berikutnya.
Perkembangan kemampuan tembaknya membuat Castle semakin cocok dimainkan sebagai shooting guard dalam skema yang lebih fleksibel.
Situasi tersebut sekaligus dapat memberi kesempatan kepada De’Aaron Fox untuk lebih fokus menjalankan tugas sebagai point guard.
Kombinasi itu berpotensi membantu Fox bangkit setelah musim sebelumnya sekaligus membuat Castle mendapat ruang lebih besar untuk berkembang.
Castle tetap bisa memberikan ancaman melalui tembakan terbuka, menyerang pertahanan setelah closeout, serta menjadi ballhandler sekunder.
Kemampuannya menyelesaikan serangan di dekat ring juga sudah menjadi salah satu senjata yang membuat permainan Castle sulit dihentikan lawan.
Selain itu, Castle mampu menciptakan peluang dari garis free throw dan memiliki kemampuan menyerang melalui tembakan jarak menengah.
Performa dari luar garis tiga angka juga menunjukkan perkembangan ketika ia mencatat akurasi sekitar 35 persen dalam playoff dari 4,3 percobaan per pertandingan.
Jika akurasi tersebut dapat dipertahankan atau meningkat, Castle berpeluang memainkan peran ofensif yang jauh lebih besar musim depan.
Volume tembakan tiga angka yang meningkat hingga lebih dari lima percobaan per laga dapat membuka peluang bagi Castle mencetak lebih banyak poin.
Apabila frekuensi free throw-nya juga mampu menembus tujuh percobaan per pertandingan, rata-rata 20 poin per laga bukan target yang mustahil.
Jika skenario itu terwujud, Spurs berpotensi memiliki tiga pemain yang masuk pembicaraan All-Star, yakni Castle, Fox, dan Victor Wembanyama.
Perkembangan Castle pun menjadi salah satu faktor paling menarik untuk diperhatikan dalam perjalanan Spurs menuju musim NBA berikutnya.***