Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, merespons tegas gejolak publik terkait isu pengadaan layar Light Emitting Diode (LED) bernilai fantastis Rp535,3 miliar yang viral di media sosial. Di hadapan Komisi IX DPR RI, Sudaryono mengumumkan pembatalan penuh atas rencana proyek tersebut.
Sudaryono menegaskan, pembatalan dilakukan karena pengadaan tersebut tidak memiliki alokasi anggaran yang sah dalam struktur BGN, selain juga harga barang yang belum terstandardisasi secara jelas.
“Kenapa dibatalkan? Pertama, anggarannya tidak ada. Yang kedua, harganya tidak ada. Jadi kalaupun dipaksakan diadakan pasti keliru, apalagi tidak diadakan saja sebetulnya sudah keliru karena memang tidak ada anggarannya sejak awal,” kata Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Warisan Proyek Lama Sebelum Pimpinan Baru Menjabat
Politikus Partai Gerindra tersebut meluruskan narasi media sosial yang menyudutkan dirinya dan para Wakil Kepala BGN seolah-olah sebagai pemrakarsa proyek tersebut.
Berdasarkan penelusuran dokumen internal, proses pengadaan puluhan ribu unit LED itu rupanya telah berjalan sejak 1 April 2026, jauh sebelum susunan pimpinan BGN saat ini dilantik pada Juli 2026.
“Jadi begitu kami masuk pada Juli lalu, kami langsung mendapat laporan terkait rencana ini yang berjalan sejak April. Saat itu juga keputusan kami bulat: cancel (batalkan). Kami tidak pernah mengizinkan pengadaan ini,” terang Sudaryono.
Ia menambahkan bahwa saat ini pihak BGN tengah menyelesaikan tahapan prosedur administratif resmi untuk menghapus pencatatan pengadaan tersebut dari sistem.
Sorotan Publik dan Perbandingan dengan Pesawat Karhutla
Sebelumnya, kabar mengenai rencana pengadaan 25.644 unit layar LED BGN senilai Rp535,3 miliar dari sembilan vendor penyedia mencuat ke publik lewat unggahan akun Instagram @perspektiv.idn setelah mengutip data sistem pengadaan pemerintah (Inaproc).
Publik di media sosial lantas melontarkan kritik tajam dan membandingkan nominal setengah triliun rupiah tersebut dengan alokasi biaya pengadaan pesawat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Memang betul ramai di sosmed seolah-olah saya bersama para wakil mengadakan LED senilai Rp535 miliar, bahkan dibandingkan bisa untuk membeli pesawat pemadam karhutla. Saya yakin yang posting itu melihat halaman Inaproc. Namun kami tegaskan kembali, proyek tersebut resmi kami batalkan,” pungkas Sudaryono.