JAKARTA— Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) membentuk Perwakilan Mathla’ul Anwar di Belanda yang ditujukan sebagai wadah bagi pelajar, mahasiswa, alumni, serta warga Mathla’ul Anwar yang tinggal, menempuh pendidikan, atau bekerja di negara tersebut.
Perwakilan yang berpusat di Amsterdam itu diharapkan menjadi pusat informasi dan komunikasi bagi warga Mathla’ul Anwar di Belanda. Selain itu, keberadaannya diarahkan untuk membuka akses terhadap jejaring pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta peluang profesional dan karier.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini mengatakan pembentukan perwakilan tersebut dilatarbelakangi keberadaan warga dan pengurus Mathla’ul Anwar yang telah berada di Belanda, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja.
“Kita ingin kehadiran MA di Belanda memberikan manfaat nyata, terutama membuka jejaring pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, profesional, dan karier bagi keluarga besar MA,” ujar Jazuli dalam agenda pelantikan kepengurusan Perwakilan Mathla’ul Anwar Belanda di Amsterdam, 5 Juni 2026.
Menurut Jazuli, keberadaan warga Mathla’ul Anwar yang tersebar di Belanda perlu dihubungkan melalui satu wadah. Dengan begitu, komunikasi antara pelajar, mahasiswa, alumni, dan warga Mathla’ul Anwar di negara tersebut dapat terjalin dalam satu struktur organisasi.
Pembentukan perwakilan ini sekaligus berkaitan dengan dorongan PB Mathla’ul Anwar agar generasi muda di lingkungan organisasi memiliki pengalaman pendidikan dan profesional di luar negeri.
Jazuli meminta para siswa, santri, dan mahasiswa Mathla’ul Anwar tidak membatasi cita-cita mereka pada kesempatan yang tersedia di dalam negeri. Menurut dia, pengalaman menempuh pendidikan maupun membangun karier di luar negeri dapat menjadi bagian dari pengembangan kualitas SDM.
“Anak-anak MA harus punya mimpi besar. Pengalaman pendidikan dan profesional di luar negeri diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM dan pada waktunya memberikan kontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa,” kata Jazuli.
Di luar bidang pendidikan dan profesional, perwakilan tersebut juga diarahkan untuk menjadi bagian dari kegiatan dakwah Mathla’ul Anwar di Belanda. Jazuli menekankan agar pesan keagamaan disampaikan secara santun dan damai.
“Kita berharap MA juga bisa membawa dan menampilkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin di Belanda, dengan cara yang santun, menarik, membawa kesejukan, ketenangan, serta kedamaian,” tuturnya.
Pelantikan kepengurusan Perwakilan Mathla’ul Anwar Belanda dipimpin langsung oleh Jazuli dalam kunjungannya ke Amsterdam. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Jazuli memenuhi undangan ceramah pada Istighosah dan Maulid Nabi SAW yang digelar Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Al-Ikhlas.
Dalam kepengurusan yang dilantik, Budi Santoso ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah. Sementara Jupriansyah Asim dipercaya sebagai ketua, dengan Siti Fatimah Diyo sebagai sekretaris dan Amalia Loubna Santoso sebagai bendahara.
Adapun bidang kerja sama luar negeri diisi Miqdaad Zufar Santoso, sedangkan bidang pendidikan dipercayakan kepada Ervida Yanuarti Santoso.
Dengan terbentuknya perwakilan tersebut, pelajar, mahasiswa, dan alumni Mathla’ul Anwar yang berada di Belanda memiliki wadah organisasi yang menghubungkan mereka dengan PB Mathla’ul Anwar. Struktur ini juga menjadi bagian dari pengembangan kegiatan Mathla’ul Anwar di luar negeri, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, dan dakwah.