JAKARTA – Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah perjalanan udara terganggu. Untuk membantu mobilitas penumpang yang terdampak, InJourney Airports menyiapkan layanan bus gratis menuju empat kota.
Layanan transportasi darat tersebut disiapkan setelah operasional Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga Minggu (6/9/2026) pukul 23.59 WIB. Keputusan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan menyusul terdeteksinya abu vulkanik di kawasan bandara.
Bus Gratis Disiapkan ke Empat Kota
InJourney Airports menyediakan bus gratis bagi penumpang terdampak dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Pada tahap awal, sebanyak delapan unit bus disiapkan. Masing-masing kota memperoleh dua armada dengan keberangkatan perdana dijadwalkan pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Apabila kebutuhan penumpang meningkat, jumlah armada dan jadwal keberangkatan akan disesuaikan. Penumpang yang ingin menggunakan fasilitas tersebut dapat memperoleh informasi dari petugas di terminal.
Pendaftaran layanan bus dilakukan melalui posko yang tersedia di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Penutupan Bandara Akibat Abu Vulkanik
Penutupan Soetta dilakukan setelah pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.
Ditjen Perhubungan Udara mencatat penutupan operasional pada salah satu periode awal berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang. Sebanyak 170 pesawat yang sebelumnya bermalam di area apron juga dipastikan berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, InJourney Airports menyebut 209 penerbangan terjadwal pada periode 01.30-09.30 WIB terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo yang dibatalkan.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Di tengah situasi yang masih dinamis, calon penumpang diminta tidak langsung datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya.
InJourney Airports mengimbau penumpang mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Perubahan jadwal maupun pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan.
Kementerian Perhubungan juga menegaskan bahwa pembukaan kembali bandara terdampak baru dilakukan setelah kondisi keselamatan penerbangan dapat dipastikan. Pada pembaruan 7 September 2026, penutupan sejumlah bandara terdampak erupsi kembali diperpanjang hingga sekitar pukul 09.00 WIB.
Bagi penumpang yang terdampak, penyediaan bus gratis menjadi salah satu alternatif untuk tetap melanjutkan perjalanan melalui jalur darat selama operasional penerbangan belum kembali normal.