Kebakaran hebat yang membumihanguskan pabrik produksi plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, tak kunjung padam meski telah memasuki jam ke-31. Hingga Senin (7/9/2026) malam, kobaran api dilaporkan kembali membesar dan membuat petugas terus berjibaku di lokasi.
Kobar api pertama kali terdeteksi melahap area pabrik pada Minggu (6/9) sekitar pukul 12.08 WIB. Namun hingga Senin (7/9) pukul 19.16 WIB, upaya penjinakan si jago merah masih berlangsung intensif.
Karakteristik Material Plastik Hambat Pemadaman
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan bahwa petugas di lapangan masih berjuang menahan laju perambatan api yang mendadak kembali memuncak.
“Ini masih proses pemadaman, api membesar lagi,” ungkap Taufik saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Untuk menjinakkan amukan api, BPBD Kabupaten Tangerang telah menerjunkan sedikitnya 7 unit armada pemadam kebakaran beserta puluhan personel ke titik lokasi. Taufik menjelaskan bahwa lamanya proses penanganan ini disebabkan oleh tingginya tumpukan material bahan baku plastik yang sangat mudah terbakar dan menyimpan panas di lapisan bawah.
“Karakteristik kebakaran plastik berbeda dengan kayu atau ilalang. Plastik membutuhkan waktu penanganan yang jauh lebih lama dan intensif agar titik api di bagian dalam benar-benar padam,” jelasnya.
Tembok Pabrik Roboh Timpa Rumah Warga, Kerugian Tembus Rp10 Miliar
Meski pemadaman berlangsung sengit, BPBD memastikan kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke pemukiman penduduk di sekitar area pabrik. Kendati demikian, dampak fisik bangunan pabrik yang roboh sempat menimpa salah satu hunian warga.
“Rumah warga yang terbakar tidak ada karena sudah kita antisipasi sejak awal. Namun, ada satu rumah yang mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan tembok bangunan pabrik yang rubuh,” tambah Taufik.
Berdasarkan taksiran awal dari BPBD Kabupaten Tangerang, kerugian material akibat musibah kebakaran pabrik skala besar ini diperkirakan mencapai Rp10 miliar.