Misteri hilangnya rombongan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda mulai menemukan titik terang baru. Sebuah foto kondisi terkini Gunung Anak Krakatau yang dikirimkan oleh pemandu wisata, Heriyanto, menjadi jejak komunikasi digital terakhir sebelum seluruh kontak terputus total.
Foto yang memperlihatkan gumpalan asap putih mengepul dari puncak Anak Krakatau tanpa penghalang pulau lain itu terkirim ke sebuah grup pesan instan WhatsApp pada Senin (7/9/2026) pukul 18.13 WIB.
Rekan sesama pemandu wisata Krakatau, Yandi, menduga foto tersebut sebenarnya telah diambil pada sore hari antara pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, namun baru terkirim secara otomatis saat ponsel Heriyanto mendapatkan tangkapan sinyal sesaat.
“Saya sempat membalas kiriman foto itu dan mencoba mengirim pesan pribadi (japri), tapi pesan saya langsung centang satu. Diduga kuat foto diambil di perairan antara Pulau Sertung sebelum sinyal benar-benar hilang,” ungkap Yandi, Kamis (10/9/2026).
Kesaksian Istri Korban dan Dugaan Mendarat di Pulau Sertung
Jejak foto terakhir ini diperkuat oleh kesaksian Desi, istri dari jurnalis Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, M. Bagus Khoirunnas. Momen haru terjadi saat Desi menyampaikan secara langsung temuan informasi tersebut kepada Gubernur Banten, Andra Soni, di Posko Utama SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang.
Desi membeberkan bahwa sebelum bertolak, suaminya sempat berdiskusi mengenai opsi mendarat di Pulau Sertung jika kondisi gelombang laut atau aktivitas vulkanik di kaki kawah tidak memungkinkan.
“Suami saya sempat bertanya ke temannya, ‘Bisa tidak kalau mendarat di Sertung?’ Walau sempat disarankan untuk tidak turun jika situasi berisiko, kita tidak pernah tahu kondisi riil mereka di tengah laut. Kami sangat berharap Tim SAR bisa mengecek langsung ke daratan Pulau Sertung,” tutur Desi dengan raut cemas.
Misi Pencarian Bertaruh Nyawa di Radius Berbahaya
Pulau Sertung sendiri, bersama Pulau Rakata dan Pulau Panjang, berada dalam benteng alam yang masuk ke dalam radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga kini masih menetapkan status Level III (Siaga) untuk gunung api tersebut.
Adapun delapan orang yang berada di atas perahu cepat naas tersebut terdiri dari lima pewarta nasional/internasional (M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni) serta tiga orang kru kapal (Nakhoda Warta, ABK Sukarman, dan Pemandu Heriyanto).
Informasi lokasi pengiriman foto terakhir ini menjadi masukan krusial bagi Tim SAR Gabungan dalam memetakan ulang koordinat pencarian pada operasi hari ketiga.