Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan Febiona Purba (16), siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sempat mengalami penurunan kondisi daya ingat pasca-kejadian keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, korban tengah menjalani perawatan komprehensif di RSUP H. Adam Malik, Medan.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengonfirmasi bahwa penanganan medis dilakukan secara lintas disiplin oleh tim dokter spesialis guna memulihkan kesehatan fisik dan neurologis pasien.
“Saat ini pasien ditangani secara intensif di RSUP H. Adam Malik Medan oleh tim dokter spesialis gastroenterologi anak, neurologi anak, serta psikiatri,” ungkap Aji Muhawarman.
Kemenkes: Belum Dapat Disimpulkan Terkait MBG
Aji menegaskan bahwa meski pasien memiliki riwayat medis penanganan keracunan MBG, otoritas kesehatan belum bisa menyimpulkan secara medis apakah timbulnya kejang dan gangguan memori tersebut berhubungan langsung dengan paparan zat makanan sebelumnya.
Observasi mendalam dan uji laboratorium lanjutan masih terus dijalankan oleh tim medis RSUP H. Adam Malik.
“Hingga saat ini belum dapat disimpulkan adanya keterkaitan langsung antara kondisi gangguan ingatan tersebut dengan program MBG,” tegas Aji.
Kronologi Penurunan Kondisi Pasca-Rawat
Orang tua Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), membeberkan bahwa gejala perubahan perilaku pada putrinya tidak muncul saat pertama kali dirawat akibat keracunan. Saat diperbolehkan pulang dari rumah sakit daerah, kondisi Febiona sempat membaik dan berkomunikasi secara normal.
Namun situasi berubah ketika Febiona mendadak mengalami kejang di rumah hingga harus dilarikan ke RS Haji Medan, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP H. Adam Malik.
“Saat awal dirawat kondisi ingatannya masih biasa dan normal. Namun setelah sampai di rumah, anak saya mengalami kejang. Setelah dibawa ke RS Haji, di situlah kemampuan bicaranya berubah dan sempat tidak mengenali keluarga serta teman sekolahnya,” tutur Elvinus.
BGN Pastikan Pendampingan dan Pemantauan Rutin
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihak Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendampingi proses pemulihan siswi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS tersebut.
Berdasarkan pemantauan langsung tim KPPG saat menjenguk di RSUP H. Adam Malik pada Selasa (8/9/2026), kondisi komunikasi Febiona dilaporkan menunjukkan perkembangan positif.
“Saat kami bertemu pada 8 September di RS Adam Malik, yang bersangkutan masih mengenal tim kami dan dapat berkomunikasi dengan baik. BGN memastikan akan terus memantau seluruh proses perawatan hingga pasien benar-benar pulih dan dapat kembali bersekolah,” pungkas Donal.