BARCELONA – Rodri meminta maaf setelah komentarnya tentang Valencia terekam kamera dan memicu reaksi keras dari pendukung klub tersebut.
Barcelona sebelumnya menghancurkan Valencia 5-0 di Mestalla dalam pertandingan LaLiga yang berlangsung berat sebelah.
Rodri menjadi starter untuk pertama kalinya bersama Barcelona dan bermain 62 menit sebelum digantikan saat timnya unggul 3-0.
Di bangku cadangan, Rodri terdengar mengatakan Valencia sangat lemah dan bahkan tidak mampu melewati garis tengah lapangan.
Ucapan tersebut dianggap tidak menghormati Valencia, terlebih karena Rodri pernah menjadi rekan setim kapten klub itu, José Gayà, di tim nasional Spanyol.
Rodri kemudian meminta maaf kepada Gayà dan seluruh skuad Valencia setelah Barcelona menang 5-1 atas Feyenoord di Liga Champions.
“Saya sudah meminta maaf kepada teman dan rekan saya José Gayà serta seluruh skuad Valencia,” ungkap Rodri seperti dikutip Sports Illustrated, Jumat (11/9/2026).
“Saya hanya mengungkapkan rasa terkejut, seperti yang dapat dilihat dari video tersebut.”
“Saya tidak bermaksud mengejek siapa pun atau mengambil situasi sulit yang dialami Valencia di luar konteks.”
“Sebaliknya, kami semua berharap Valencia kembali ke posisi yang seharusnya karena mereka merupakan salah satu klub terbaik di kompetisi ini.”
Rodri juga menegaskan bahwa ucapannya merupakan bagian dari percakapan pribadi yang kemudian tersebar ke publik.
“Saya juga ingin menegaskan bahwa itu adalah percakapan pribadi dan kita semua perlu belajar bahwa sesuatu terkadang bisa diambil di luar konteks.”
“Saya tidak pernah bermaksud merendahkan Valencia dan saya meminta maaf kepada mereka.”
Di luar kontroversi tersebut, Rodri menikmati awal yang impresif bersama Barcelona sejak meninggalkan Manchester City.
Gelandang berusia 30 tahun itu telah tampil empat kali dan seluruh pertandingan berakhir dengan kemenangan Barcelona.
Barcelona kini memimpin LaLiga dengan 12 poin dari empat laga, sekaligus mencatatkan produktivitas 17 gol.
Performa Barcelona juga berlanjut di Liga Champions setelah mereka mengalahkan Feyenoord 5-1 pada laga pembuka fase liga.
Rodri tampil 83 menit dalam pertandingan tersebut dan semakin menunjukkan perannya sebagai pengatur keseimbangan lini tengah Barcelona.
Ia mencatat 82 operan sukses dari 85 percobaan, menciptakan dua peluang, serta tampil dominan dalam mengontrol permainan.
Kehadiran Rodri memberi Barcelona tambahan kekuatan dalam menguasai bola sekaligus melindungi lini belakang.
Kombinasinya dengan Pedri juga menjadi salah satu senjata penting Barcelona di lini tengah.
Namun, tantangan terbesar Barcelona tetap berada di Liga Champions karena pertahanan mereka masih rentan ketika menghadapi lawan berkualitas tinggi.
Barcelona bahkan gagal mencatat clean sheet sepanjang Liga Champions musim lalu sebelum tersingkir di perempat final.
Rodri diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik di depan lini belakang dan membantu Barcelona mengurangi ancaman serangan balik.
Barcelona terakhir kali mencapai final sekaligus menjuarai Liga Champions pada musim 2014/2015 dan kini berambisi kembali merebut trofi Eropa.
Jika mampu mempertahankan performanya, Rodri berpotensi menjadi bagian penting dalam upaya Barcelona mengakhiri penantian tersebut.***