JAKARTA – Masa depan D’Angelo Russell di NBA kembali menjadi sorotan setelah namanya masuk kandidat yang berpotensi dilepas Memphis Grizzlies.
Memphis menghadapi persoalan serius karena jumlah pemain dalam roster mereka melebihi batas maksimal untuk memulai musim 2026-2027.
Grizzlies saat ini memiliki sekitar 19 pemain dalam daftar, sementara jumlah roster aktif harus dipangkas menjadi 15 pemain.
Situasi tersebut membuat sejumlah pemain harus memperjuangkan tempatnya sebelum musim baru resmi bergulir.
Menurut laporan Jake Fischer, seperti dikutip Lake Show Life, Russell menjadi salah satu veteran yang paling mungkin terkena dampak keputusan tersebut.
Russell bahkan disebut sebagai veteran yang paling berpeluang dilepas Memphis dalam proses perampingan roster.
Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi bahwa Grizzlies telah memutus kontrak pemain berusia 30 tahun tersebut.
NBA mencatat Russell bergabung dengan Memphis melalui perdagangan enam tim pada Juli 2026 setelah sebelumnya membela Washington Wizards.
Russell juga telah mengaktifkan opsi tim senilai sekitar US$6 juta untuk musim 2026-2027.
Dengan kurs sekitar Rp17.537 per dolar AS, nilai tersebut setara kurang lebih Rp105,2 miliar.
Kontrak Russell menjadi faktor menarik karena musim 2026-2027 merupakan tahun terakhir dalam kesepakatannya bersama Memphis.
Persoalan terbesar bukan semata nilai kontrak, melainkan apakah kontribusinya masih cukup menarik bagi tim yang membutuhkan tambahan pemain berpengalaman.
Russell menjalani musim sebelumnya dengan membela Dallas Mavericks dan kemudian Washington Wizards.
Periode bersama Dallas berlangsung kurang meyakinkan karena ia sempat kehilangan tempat di rotasi meski Mavericks membutuhkan opsi tambahan di posisi point guard.
Situasinya semakin sulit setelah Russell pindah ke Washington karena ia tidak sempat tampil untuk Wizards.
Karier Russell sebenarnya pernah berada pada jalur yang sangat menjanjikan setelah Los Angeles Lakers memilihnya sebagai pemain kedua dalam NBA Draft 2015.
Ia kemudian berkembang menjadi pemain berpengalaman yang pernah masuk NBA All-Star dan memiliki kemampuan mencetak angka serta mengatur serangan.
Namun, performanya dalam beberapa periode terakhir membuat nilai Russell di pasar pemain bebas mengalami penurunan.
Pada usia 30 tahun, Russell kini menghadapi tantangan berbeda dibanding ketika dirinya masih menjadi prospek muda berbakat.
Persaingan mendapatkan tempat di NBA juga semakin ketat karena banyak klub sudah memenuhi atau mendekati batas roster.
Kondisi tersebut mempersempit pilihan bagi Russell apabila Memphis benar-benar memutuskan untuk melepasnya.
Bahkan, beberapa tim yang berpotensi menjadi tujuan Russell justru sedang melakukan pengurangan pemain.
Situasi ini membuat masa depan Russell sulit diprediksi meski pengalaman panjangnya dapat menjadi modal penting.
Salah satu opsi paling realistis bagi Russell adalah mendapatkan kontrak untuk mengikuti pemusatan latihan sebelum musim baru dimulai.
Kesempatan tersebut bisa menjadi panggung bagi Russell untuk menunjukkan bahwa kemampuan bermainnya masih layak mendapatkan tempat di NBA.
Jika gagal mendapatkan kontrak, Russell berpotensi menghadapi situasi yang sebelumnya dialami sejumlah mantan pemain pilihan tinggi NBA.
Karier Lonzo Ball menjadi salah satu gambaran betapa sulitnya pemain dengan reputasi besar menemukan kembali tempat setelah menghadapi periode penuh hambatan.
Russell masih memiliki pengalaman, kemampuan menciptakan peluang dan rekam jejak panjang di NBA.
Namun, faktor usia, performa terakhir dan ketatnya persaingan roster membuat posisi Russell semakin tidak aman.
Jika Memphis benar-benar melepasnya, pertanyaan terbesar bukan lagi soal alasan keputusan tersebut.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah masih ada tim NBA yang bersedia memberikan kesempatan kepada D’Angelo Russell.
Untuk saat ini, pintu NBA belum tertutup bagi Russell, tetapi jalannya menuju musim baru semakin sempit.***