NEW YORK — Carlos Alcaraz dan Alexandra Eala memang gagal mencapai akhir US Open 2026, tetapi keduanya meninggalkan turnamen dengan reputasi yang justru semakin kuat.
Alcaraz datang ke New York dengan sorotan besar setelah absen cukup lama akibat cedera pergelangan tangan yang membuat kondisi fisiknya dipertanyakan.
Keputusan tampil tanpa lebih dulu mengikuti turnamen pemanasan membuat sejumlah pihak meragukan kesiapan petenis Spanyol tersebut menghadapi format lima set.
Namun, Alcaraz segera menjawab keraguan itu dengan melewati tiga pertandingan pertama sebelum tampil semakin meyakinkan pada babak keempat.
Ia kemudian menghancurkan Tommy Paul untuk memastikan bahwa performanya di Flushing Meadows bukan sekadar hasil dari keberuntungan.
Mengutip Tenni365, Jumat (11/9/2026), perjalanan Alcaraz akhirnya terhenti setelah bertarung sengit melawan Ben Shelton dalam laga yang berakhir pada pukul 03.35 waktu New York.
Meski kalah, penampilannya menjadi bukti penting bahwa proses pemulihan cedera pergelangan tangannya berjalan ke arah yang menjanjikan.
Alcaraz bahkan mengakui dirinya tidak menyangka mampu tampil sedemikian kompetitif setelah kembali menjalani pertandingan tunggal.
Sebelum tampil di nomor tunggal, Alcaraz juga mencuri perhatian ketika berpasangan dengan Serena Williams pada nomor ganda campuran.
Kolaborasi tersebut menjadi magnet promosi US Open dan membuat turnamen Grand Slam itu mendapat perhatian lebih luas di luar komunitas tenis.
Kembalinya Alcaraz juga menjadi kabar positif bagi tenis karena popularitasnya mampu menarik penonton dari berbagai kalangan.
Setelah US Open, Alcaraz memiliki waktu untuk mengevaluasi kondisi fisik dan permainannya sebelum menghadapi agenda berikutnya.
Ia dijadwalkan tampil dalam Laver Cup bulan depan serta Six Kings Slam di Arab Saudi.
Sementara itu, Eala menciptakan cerita berbeda dengan menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian sepanjang rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara.
Petenis Filipina tersebut memasuki US Open dengan modal kemenangan di turnamen WTA 500 Washington pada awal Agustus.
Gelar tersebut menjadi pencapaian besar bagi Eala sekaligus mempercepat peningkatan popularitasnya di dunia tenis internasional.
Perhatian terhadap Eala semakin terlihat dari tingginya interaksi publik terhadap unggahan tentang dirinya di berbagai platform media sosial US Open.
Setiap konten mengenai Eala mampu menghasilkan respons besar, menunjukkan bahwa daya tariknya tidak lagi terbatas pada pendukung tenis Filipina.
Langkah Eala di US Open akhirnya terhenti pada babak ketiga setelah melalui pertarungan ketat menghadapi Iva Jovic.
Kendati gagal melaju lebih jauh, performa tersebut tetap menempatkannya sebagai salah satu bintang muda paling menonjol di US Open 2026.
Popularitas Eala bahkan membawanya ke sejumlah program televisi Amerika yang biasanya lebih sering menampilkan juara atau pemain yang melaju jauh.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Eala telah berkembang melampaui hasil pertandingan dan menjangkau audiens olahraga yang lebih luas.
Alcaraz dan Eala akhirnya meninggalkan US Open tanpa trofi tunggal, tetapi keduanya memperoleh sesuatu yang tidak kalah penting.
Alcaraz membuktikan dirinya mampu kembali bersaing setelah cedera, sedangkan Eala memperkuat statusnya sebagai salah satu talenta baru paling menarik.
Keduanya menjadi wajah penting generasi baru tenis yang memiliki kemampuan berprestasi sekaligus menjangkau penggemar di luar arena.
Dengan usia dan potensi yang masih besar, Alcaraz dan Eala diperkirakan akan tetap menjadi bagian penting dari panggung tenis dunia dalam beberapa tahun mendatang.***