NEW DELHI — Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia yang ingin berdiri sebagai negara kuat, mandiri, dan bebas menentukan kepentingannya sendiri di tengah dinamika global.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9), dengan menekankan pentingnya ketangguhan nasional.
Menurut Prabowo, kemandirian sebuah negara tidak akan terwujud jika arah kebijakan nasional masih bergantung pada tekanan kekuatan tertentu.
“Kita tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh. Dan dengan demikian, kita menjadi benar-benar mandiri,” ujar Prabowo.
Ia menyebut fondasi kekuatan nasional harus dibangun dari kemampuan domestik dan keberdayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Prabowo menilai ketangguhan negara bukan sekadar soal pengaruh diplomatik, tetapi juga kemampuan menjamin pangan, energi, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.
“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya.
Bagi Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan rakyat menjadi salah satu ukuran penting untuk memastikan Indonesia benar-benar memiliki kedaulatan dalam menentukan masa depannya.
Dalam forum BRICS, Prabowo juga menyoroti pentingnya solidaritas negara-negara Global South untuk memperkuat posisi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
Kerja sama tersebut dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi negara berkembang untuk memperjuangkan kepentingannya dalam sistem internasional.
Prabowo secara khusus mendorong penguatan kolaborasi yang berkaitan langsung dengan ketahanan nasional, terutama sektor pangan dan energi.
Menurutnya, kekuatan kolektif negara anggota BRICS dapat membuka peluang untuk memperkokoh ketahanan pangan sekaligus memastikan ketersediaan energi.
Kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi memperluas kesempatan ekonomi bagi negara-negara berkembang di tengah perubahan lanskap geopolitik dunia.
“Dengan berdiri bersama, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan kekuatan kolektif tersebut harus diarahkan untuk menciptakan hubungan internasional yang lebih seimbang, adil, dan setara.
Ia juga menilai penguatan sistem multilateral tetap penting agar negara-negara memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan arah tatanan global.
“Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita benar-benar berarti,” kata Prabowo.***