JAKARTA – Persaingan merebut Ballon d’Or 2026 mulai mengerucut pada duel dua bintang muda, Lamine Yamal dan Kylian Mbappe.
Keduanya memiliki modal berbeda untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola dunia tersebut.
Yamal bahkan secara terbuka memasukkan namanya bersama Mbappe sebagai kandidat terbaik dalam perebutan Ballon d’Or tahun ini.
Pemain Barcelona itu menyampaikan pandangannya ketika tampil dalam program El Mundo de Valdano yang ditayangkan Movistar.
“Kepada siapa aku akan memberikan Ballon d’Or? Aku dengan jujur percaya bahwa mungkin hanya ada dua pemain.”
“Merupakan yang terbaik di dunia, tetapi akulah yang layak meraihnya tahun ini,” kata Yamal seperti dilansir Sport, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan keyakinan tinggi Yamal terhadap peluangnya memenangkan penghargaan bergengsi tersebut.
Ia juga secara langsung menyebut Mbappe sebagai pesaing utama dalam perebutan Ballon d’Or 2026.
“Bagiku, aku dan Kylian Mbappe adalah dua pemain terbaik, dan siapa pun yang menonton pertandingan-pertandingan tahu itu,” ucap Yamal.
Di sisi lain, Mbappe memiliki pandangan tersendiri mengenai faktor yang seharusnya menentukan pemenang Ballon d’Or.
Penyerang asal Prancis itu menilai pencapaian individu memang penting, tetapi keberhasilan bersama tim tetap memiliki peran dalam penilaian.
“Aku selalu berpendapat bahwa Ballon d’Or seharusnya memberi penghargaan kepada pemain yang berbeda.”
“Tentu ada aspek kolektif, dan itu penting, karena sepak bola adalah olahraga tim, namun ini adalah penghargaan individu,” kata Mbappe.
Mbappe juga merasa performanya sepanjang tahun memberikan alasan kuat untuk bersaing memperebutkan penghargaan tersebut.
“Aku rasa tahun ini aku mempersembahkan hal-hal yang berbeda, karena itulah aku menilai bahwa aku bisa memenangi Ballon d’Or,” ujar Mbappe.
Yamal datang dengan sederet pencapaian penting bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol sepanjang periode penilaian Ballon d’Or.
Keberhasilan bersama Spanyol serta kontribusinya terhadap kesuksesan Barcelona menjadi fondasi kuat bagi pemain muda tersebut.
Sementara itu, Mbappe memiliki senjata utama berupa produktivitas gol yang membuat namanya terus berada dalam pembicaraan kandidat teratas.
Ketajaman Mbappe bersama Prancis menjadi salah satu alasan utama mengapa peluangnya untuk meraih Ballon d’Or 2026 tetap sangat terbuka.
Duel keduanya pun menghadirkan pertarungan dua karakter berbeda dalam memperebutkan penghargaan individu tersebut.
Yamal menawarkan kombinasi kreativitas, kontribusi permainan, serta koleksi trofi bersama klub dan negaranya.
Mbappe mengandalkan konsistensi mencetak gol dan performa menentukan dalam pertandingan-pertandingan besar.
Perbedaan kekuatan tersebut membuat persaingan Ballon d’Or 2026 semakin sulit diprediksi menjelang pengumuman pemenang.
Pertarungan Yamal dan Mbappe kini menjadi salah satu duel paling menarik yang akan menentukan siapa pemain terbaik dunia pada 2026.***