PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Jambi memberikan bantuan satu unit mobil pengolahan sampah serta pendampingan budidayajamur kepada nasabah Mekaar dari Kelompok Bank Sampah Dayung Habiba di KelurahanLegok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi. Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PNM yang digagas bersama pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pemimpin Cabang PNM Jambi Erwin Sapriadi mengatakan program ini disesuaikan denganpotensi masing-masing daerah agar manfaatnya tepat sasaran. Di Kota Jambi, potensi tersebutdiarahkan pada pengelolaan sampah menjadi tabungan bernilai ekonomis, yang hingga kinitelah diikuti oleh 150 nasabah.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah, akademisi, dan OJK. KehadiranPNM tidak hanya untuk memberikan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan. Ini adalahbentuk nyata dari komitmen yang sudah kami jalankan,” ujar Erwin.
Menurut Erwin, hasil tabungan sampah tersebut kini menjadi solusi praktis bagi nasabahdalam memenuhi kewajiban angsuran, sekaligus membuka peluang penghasilan tambahanmelalui budidaya jamur yang mulai dikembangkan kelompok.
“Sampah yang tadinya tidak bernilai kini memiliki nilai ekonomi. Hasil tabungan sampah inibahkan bisa digunakan nasabah untuk membayar angsuran, sehingga sangat memudahkanmereka. Selain itu, kami juga mendorong budidaya jamur untuk menambah penghasilannasabah Mekaar,” jelasnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Ketua Kelompok Dayung Habiba, Leni Haini. Ia menceritakan, kelompoknya hanya beranggotakan 25 orang saat pertama bergabungdengan PNM pada 2018, namun jumlah itu terus bertambah hingga mencapai 150 anggotaseiring pendampingan yang berjalan.
“Masyarakat seperti kami sekarang bisa bersama-sama dan saling membantu untukpembayaran angsuran. Kita juga tengah mengembangkan budidaya jamur,” kata Leni.
Dari usaha budidaya jamur itu, kelompok binaan PNM berencana mengolahnya menjadisejumlah produk turunan seperti eco enzim, sabun, hingga panganan berbahan dasar jamur, seiring dukungan pendampingan teknis dari Universitas Jambi (Unja).
Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat Unja Fathnur Sani K menjelaskan, program budidaya jamur ini bermula dari pendanaan Kementerian Pertanian dan tidak hanya berfokuspada hulu budidaya, tetapi juga hilirisasi produk agar nilai tambah ekonominya dirasakanlangsung oleh warga.
“Kami juga buat produk olahan dalam bentuk bakso, nugget, dan jamur krispi. Harapannyamasyarakat tidak hanya menghasilkan jamur mentah saja, tetapi juga mampu memproduksiproduk turunan yang bisa dijual kembali,” ujarnya.
Sinergi lintas pihak ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah Kota Jambi. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Jambi Mulyadi menilaibantuan mobil pengangkut sampah dari PNM sejalan dengan visi daerah dalam menjagakebersihan lingkungan sekaligus membangkitkan perekonomian berbasis masyarakat.
“Ini inovasi menjaga kebersihan dan menciptakan ketahanan pangan daerah. Program inibaik, solusi yang bernilai ekonomi,” kata Mulyadi.
Melalui sinergi pembiayaan dan pemberdayaan berbasis potensi lokal ini, PNM CabangJambi berharap nasabah Mekaar dapat terus berkembang, mandiri secara ekonomi, danmeningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.