JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menegaskan penguatan kapabilitas teknologi udara nirawak dengan menampilkan Unmanned Aerial System (UAS) Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam dalam ajang TNI Fair 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Drone Elang Hitam menjadi salah satu sorotan utama dalam pameran kedirgantaraan yang digelar pada 19–20 September 2026 tersebut, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Di area pameran luar ruang, PTDI memamerkan sistem udara nirawak berkemampuan jelajah menengah hingga tinggi dengan daya tahan terbang jarak jauh. Kehadiran Elang Hitam sekaligus menunjukkan perkembangan teknologi pertahanan dalam negeri yang terus diarahkan menuju kemandirian industri strategis nasional.
Selain Elang Hitam, PTDI juga menampilkan sejumlah produk roket yang memperkuat ekosistem pengembangan sistem persenjataan modern berbasis teknologi tinggi. Namun, fokus utama pada pameran tahun ini adalah demonstrasi kemampuan drone MALE sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan udara Indonesia.
PTDI hadir bersama anak usahanya PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) serta mitra strategis lainnya, dengan tujuan memperkuat sinergi pengembangan teknologi pertahanan nasional yang dapat digunakan untuk kebutuhan militer maupun misi strategis lainnya.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PTDI, Ony Arifianto, menegaskan bahwa pengembangan teknologi kedirgantaraan, termasuk sistem nirawak seperti Elang Hitam, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kedaulatan pertahanan negara.
“Sebagai industri kedirgantaraan nasional, PTDI memandang perannya dalam pertahanan negara sebagai tanggung jawab yang perlu dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Ony.
Kehadiran Elang Hitam di TNI Fair 2026 memperkuat posisi PTDI dalam pengembangan teknologi drone nasional, sekaligus menjadi simbol kemajuan industri pertahanan Indonesia menuju kemandirian teknologi udara nirawak.