JAKARTA – Pemerintah berhasil menyerap dana Rp28,8 triliun melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN), Selasa (29/9/2026).
Lelang tersebut mencatat total penawaran investor sebesar Rp42,87 triliun, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
Seri SPN01261031 mencatat penyerapan Rp2,05 triliun dari total penawaran Rp2,99 triliun dengan yield rata-rata 6,45000 persen.
SUN tersebut memiliki tanggal jatuh tempo pada 31 Oktober 2026 dan merupakan penerbitan baru pemerintah.
Seri SPN03261230 menyerap Rp4,05 triliun dari penawaran Rp5,32 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 6,45000 persen.
Seri penerbitan baru tersebut akan jatuh tempo pada 30 Desember 2026 sesuai ketentuan lelang pemerintah.
Selanjutnya, pemerintah memenangkan Rp4,4 triliun untuk seri SPN12270930 dari penawaran sebesar Rp6,17 triliun.
Seri SPN12270930 mencatat yield rata-rata tertimbang 6,65000 persen dengan jatuh tempo pada 30 September 2027.
Pada kelompok Fixed Rate (FR), seri FR0110 memperoleh penyerapan terbesar, yakni Rp9,55 triliun dari penawaran Rp12,95 triliun.
Seri FR0110 merupakan pembukaan kembali dengan yield rata-rata tertimbang 7,08979 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2032.
Seri FR0111 juga kembali ditawarkan dan menyerap Rp4,6 triliun dari total penawaran investor sebesar Rp5,43 triliun.
Yield rata-rata tertimbang FR0111 mencapai 7,24958 persen dengan tanggal jatuh tempo 15 Maret 2037.
Sementara itu, seri FR0112 sebagai penerbitan baru diserap Rp1,55 triliun dari penawaran yang mencapai Rp3,85 triliun.
Seri FR0112 memiliki yield rata-rata tertimbang 7,26967 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Mei 2042.
Pemerintah juga menyerap Rp950 miliar dari seri FR0107 dengan total penawaran investor sebesar Rp2,41 triliun.
Seri FR0107 mencatat yield rata-rata tertimbang 7,28800 persen dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.
Untuk seri FR0102, pemerintah memenangkan Rp1,1 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp2,26 triliun.
Seri FR0102 memiliki yield rata-rata tertimbang 7,29949 persen dan tanggal jatuh tempo 15 Juli 2054.
Adapun seri FR0105 memperoleh penyerapan Rp550 miliar dari penawaran investor sebesar Rp1,51 triliun.
Seri FR0105 mencatat yield rata-rata tertimbang 7,29574 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Juli 2064.
Secara keseluruhan, lelang sembilan seri SUN tersebut menghasilkan penyerapan Rp28,8 triliun dari penawaran yang mencapai Rp42,87 triliun.***