JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Kamis (1/10/2026). Arrmanatha menggantikan Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Menlu dan kini mendapat tugas baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Pelantikan Arrmanatha merupakan bagian dari perombakan susunan Kabinet Merah Putih. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 yang ditetapkan Prabowo pada 30 September 2026.
Diplomat Karier
Arrmanatha bukan nama baru di lingkungan Kementerian Luar Negeri. Diplomat yang akrab disapa Tata tersebut telah menjalani berbagai penugasan selama puluhan tahun, baik di dalam maupun luar negeri.
Sebelum menjadi menteri, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Sebelumnya, ia pernah menjadi Juru Bicara Kemlu, Duta Besar RI untuk Prancis, serta Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di New York.
Pernah Bertugas di PBB
Pengalaman Arrmanatha di bidang diplomasi multilateral juga cukup panjang. Saat bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB pada 2008-2012, ia menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB serta Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau ECOSOC.
Pada 2021, Arrmanatha kembali ditugaskan ke New York sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya. Setahun kemudian, ia menyerahkan surat kepercayaan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Pada 2023, ia dipercaya menjadi Wakil Presiden ECOSOC.
Pernah Jadi Dubes RI untuk Prancis
Karier diplomatik Arrmanatha juga mencakup penugasan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Prancis pada 2019. Penugasan tersebut turut mencakup Andorra dan Monako serta posisi sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.
Dari berbagai penugasan tersebut, Arrmanatha kini memasuki posisi baru sebagai Menteri Luar Negeri dan akan memimpin Kementerian Luar Negeri dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.