Perubahan pucuk pimpinan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berlangsung teramat cepat dalam reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid VII. Arrmanatha Christiany Nasir (Tata), yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Luar Negeri RI menggantikan Sugiono pada Kamis (1/10/2026).
Usai pengangkatan sumpah jabatan di Istana Kepresidenan, diplomat senior tersebut membeberkan proses penunjukan dirinya yang terbilang mendadak.
Tata mengaku baru menerima kabar penugasan baru tersebut pada siang hari, hanya beberapa jam sebelum prosesi pelantikan resmi digelar.
“Saya sendiri baru tahu tadi siang. Diminta untuk datang ke Istana pukul 12.30 WIB. Pemberitahuannya sangat mendadak, tidak lama sebelum jadwal pelantikan,” ungkap Tata.
Dikontak Seskab Saat Bersama Menlu Sugiono
Uniknya, pemberitahuan resmi dari Istana tersebut diterima Tata saat ia justru sedang berada di ruang kerja Kemlu bersama Sugiono—Menteri Luar Negeri saat itu yang dalam reshuffle kali ini digeser menjadi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Instruksi penunjukan langsung disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui sambungan telepon dan pesan singkat.
“Informasinya lewat WhatsApp dan telepon langsung dari Pak Seskab. Kebetulan saat dihubungi, saya sedang duduk bersama dengan Pak Sugiono di kantor Kemlu,” tambah Tata.
Peta Pimpinan Baru Kemlu RI
Melalui pelantikan ini, Tata resmi mengumpan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo untuk menjalankan roda diplomasi luar negeri Indonesia secara penuh.
Terkait kekosongan posisi Wakil Menteri Luar Negeri yang ditinggalkannya, Tata menjelaskan bahwa hingga saat ini jajaran Wamenlu masih diampu oleh dua pejabat tersisa, yakni Havas Oegroseno dan Anis Matta.
“Sampai saat ini struktur pimpinan masih diisi dua Wamenlu. Belum ada arahan maupun informasi terkait penambahan atau pengisian nama baru untuk posisi Wamenlu,” pungkasnya.