Dua pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli dan George Russell, dipastikan bertarung di salah satu balapan paling panas dan ekstrem dalam kalender Formula 1 2026 tanpa menggunakan rompi pendingin (cooling vest). Langkah berisiko tinggi ini diambil demi menyiasati aturan ketat batasan anggaran (cost cap) F1.
Gelaran GP Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia, resmi dikategorikan sebagai balapan dengan bahaya suhu ekstrem (heat-hazard) ketiga musim ini. Suhu udara di lintasan menembus angka lebih dari 33°C dengan temperatur aspal mencapai 60°C. Dalam ruang kokpit mobil F1, hawa panas bahkan diperkirakan meroket hingga 50°C.
Regulasi terbaru FIA mengizinkan pembalap mengenakan sistem pendingin dalam kokpit yang mengalirkan cairan khusus melalui serangkaian pipa di balik pakaian balap tahan api. Bagi tim yang memilih tidak menggunakannya, mereka wajib menambahkan beban ballast sebesar 5 kg pada mobil agar tidak ada keuntungan bobot.
Korbankan Rompi Demi Pembaruan Mobil W17
Meski tim rival seperti Ferrari dan McLaren melengkapi pembalap mereka dengan teknologi cooling vest, Mercedes memilih mengalokasikan seluruh dana pengembangan untuk paket pembaruan (upgrade) besar-besaran pada sasis W17.
George Russell mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan konsekuensi langsung dari aturan pembatasan anggaran musim ini sebesar 163 juta poundsterling.
“Kami tidak akan menggunakan rompi pendingin karena kami tidak mengalokasikan sumber daya untuk membuatnya cukup tangguh,” ujar Russell sebagaimana dikutip oleh The Times.
“Sebenarnya saya ingin menggunakannya pekan ini dan pekan depan. Tetapi tim bertanya kepada saya… kami bisa mengembangkannya dan memasukkan dananya, namun itu harus mengorbankan pengembangan performa mobil,” lanjutnya.
Sorotan Aspek Keselamatan dan Cost Cap FIA
Kondisi ekstrem di Sepang memicu kembali kekhawatiran keselamatan pembalap, mengingat Russell merupakan salah satu korban yang membutuhkan penanganan medis akibat dehidrasi berat pada GP Qatar 2023 lalu.
Atas dasar itu, Russell mendesak regulasi FIA agar memberi kelonggaran anggaran khusus untuk perlengkapan keselamatan suhu ekstrem.
“Saya merasa FIA perlu turun tangan dan menyatakan, ‘Ini ada dana tambahan di luar cost cap,’ atau menunjuk perusahaan eksternal untuk mengembangkannya bagi semua tim. Karena bagaimanapun, kita semua seharusnya menggunakan teknologi keselamatan ini. Ketika sistem itu bekerja, dampaknya sangat luar biasa,” tegas Russell.
Keputusan berani Mercedes ini kini diuji di atas lintasan: apakah pengorbanan fisik dua pembalapnya di “neraka” Sepang akan terbayar tuntas dengan tambahan poin dan kecepatan mobil W17?