Gelombang antusiasme suporter mendukung Timnas Indonesia di partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 membumbung tinggi. Laga penentu gelar antara Timnas Indonesia melawan Thailand yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam pukul 20.00 WIB, memicu perburuan tiket secara masif.
Sebagai bagian dari rangkaian laga pamungkas, SUGBK juga akan lebih dulu menggelar duel perebutan tempat ketiga antara Malaysia melawan Vietnam pada sore harinya pukul 16.00 WIB.
Hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 14.00 WIB, PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) mencatatkan bahwa tiket partai final telah menembus angka penjualan lebih dari 55 ribu lembar.
“Penjualan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 mencerminkan tingginya ekspektasi dan kepedulian publik terhadap perjuangan Skuad Garuda,” ujar Direktur Utama PT GSI, Marsal Masita, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Proteksi Penonton: PSSI Imbau Waspadai Calo dan Penipuan
Menanggapi lonjakan permintaan yang tinggi, PSSI dan PT GSI mengimbau para pengguna jasa dan suporter untuk melakukan transaksi hanya melalui saluran resmi guna menghindari praktik percaloan dan scamming.
Marsal mengingatkan bahwa pembelian via calo atau jalur tidak resmi sangat berisiko merugikan calon penonton.
“Pembelian lewat calo dipastikan mematok harga jauh lebih mahal, keaslian tiket tidak terjamin, serta menyisakan risiko penggandaan nomor kursi hingga penipuan,” tegas Marsal.
Seluruh transaksi tiket diwajibkan menggunakan verifikasi Garuda ID yang terintegrasi secara digital. Suporter dapat mengaktifkan akun di platform KitaGaruda.id melalui proses verifikasi email, kode OTP, serta pemindaian identitas dan foto wajah.
Euforia Pasca-Kelolosan Dramatis ke Partai Puncak
Tingginya minat masyarakat ini tidak terlepas dari drama kelolosan Indonesia di babak penyisihan Grup A pada Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia menyegel tiket final usai membantai Bangladesh dengan skor mencolok 9-2 di GBK.
Kemenangan besar di menit-menit akhir tersebut membawa Indonesia melangkahi Malaysia di puncak klasemen akhir Grup A lewat keunggulan produktivitas agregat gol (11 berbanding 9), meski kedua tim sama-sama mengantongi 7 poin.
Kini, SUGBK siap menjadi saksi perjuangan akhir Skuad Garuda dalam memperebutkan mahkota juara sepak bola Asia Tenggara.