JAKARTA βΒ Pep Guardiola bersiap kembali ke Manchester City setelah beberapa bulan meninggalkan kursi pelatih pada akhir musim 2025/26.
Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya memilih menjauh dari aktivitas sepak bola dan menolak tawaran untuk menangani tim nasional Italia.
Guardiola juga tidak banyak terlihat di Etihad Stadium setelah kepergiannya, sementara Enzo Maresca mulai membangun skuad City dengan pendekatan baru.
Namun, situasi berubah setelah Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.
Guardiola kemudian menunjukkan dukungan terbuka kepada mantan klubnya melalui media sosial di tengah persoalan tersebut.
Ia menegaskan tetap berada di belakang klub, pemilik, jajaran manajemen, pemain, staf, Maresca, dan seluruh pendukung Manchester City.
βSaya ingin setiap penggemar Man City tahu bahwa saya di sini, lebih dari sebelumnya,β ungkapnya dilansir Evening Standard, Sabtu (3/10/2026),
βSaya selalu, sejak dulu hingga sekarang dan selamanya, berada di belakang klub saya, pemilik, ketua saya Khaldoon Al Mubarak, Ferran Soriano, para pemain, staf, Enzo [Maresca], dan kalian, para pendukung unik kami.β
βPerlu saya tegaskan: kita akan melewati masa ini bersama-sama. Saya mencintai kalian semua.β
Guardiola kini disebut akan membuktikan kembali kedekatannya dengan Manchester City dengan hadir langsung di Etihad Stadium.
Ia dikabarkan akan menyaksikan pertandingan City menghadapi Paris Saint-Germain pada 14 Oktober dalam lanjutan Liga Champions.
Laporan menyebut Guardiola telah menyampaikan kepada petinggi klub keinginannya untuk βberada bersama orang-orangnyaβ dalam situasi sulit yang sedang dihadapi City.
Kehadiran tersebut akan menjadi kunjungan pertama Guardiola ke Etihad sejak pertandingan terakhir Manchester City pada musim 2025/26.
Belum diketahui apakah Manchester City menyiapkan acara khusus untuk menyambut kembalinya Guardiola ke stadion.
Manchester City sendiri telah mengajukan banding setelah komisi independen menyatakan klub melakukan 114 pelanggaran aturan finansial Premier League.
Tidak ada tuduhan bahwa Guardiola mengetahui atau terlibat dalam pelanggaran finansial yang terjadi selama periode kepemimpinannya di Manchester City.***