MALUT — Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bukti bahwa strategi hilirisasi Indonesia mulai menunjukkan hasil. Menurutnya, kebijakan tersebut akan terus dilanjutkan untuk memperkuat industri nasional.
Prabowo menyampaikan hal itu saat berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
“Ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar, dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, capaian industri yang terlihat saat ini tidak terlepas dari proses pembangunan yang telah dilakukan sejak masa pemerintahan sebelumnya.
“Apa yang telah kita lihat hari ini tidak bisa lepas dari hari kemarin,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah mengambil keputusan dan langkah pembangunan yang menjadi bagian dari fondasi industri Indonesia saat ini.
“Kita menghormati pemerintah pendahulu, pemimpin-pemimpin sebelum saya memimpin, yang telah berani mengambil langkah-langkah pembangunan seperti ini,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan pembangunan negara bukan proses yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pembangunan, kata dia, merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesinambungan antargenerasi.
“Pembangunan negara, nation building, bukan usaha yang singkat. Nation building adalah sebuah perjuangan dan perjalanan panjang,” ujarnya.
Ia menyebut perkembangan kawasan IWIP sebagai salah satu bagian dari perjalanan panjang pembangunan tersebut. Semangat dari pembangunan masa lalu, menurutnya, harus terus dilanjutkan untuk mendorong kemajuan Indonesia di masa mendatang.
“Ini bagian dari long march itu. Kita menarik energi dan semangat dari masa lalu, kita gerakkan semangat dan energi hari ini untuk kita maju lebih semangat, lebih berenergi di masa depan,” katanya.
Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan besarnya investasi yang telah masuk ke kawasan IWIP. Nilainya disebut telah menembus lebih dari USD20 miliar, sementara rencana pengembangan investasi mencapai USD7 miliar.
Perkembangan kawasan industri tersebut juga telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja sejak IWIP dikembangkan.
Bagi Prabowo, capaian investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga ekspor perdana baterai kendaraan listrik merupakan bagian dari proses membangun industri nasional.
Ia pun kembali menegaskan pemerintah akan melanjutkan kebijakan hilirisasi sebagai salah satu strategi pembangunan industri Indonesia.
“Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar, dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” tegas Prabowo.