Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Rangkasbitung–Tanah Abang (Green Line) mengalami keterlambatan perjalanan pada Kamis (8/10/2026) malam. Gangguan ini dipicu oleh insiden seorang warga yang tertemper rangkaian kereta di petak jalur antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan.
Keluhan penumpang beredar luas di media sosial setelah terjadi penumpukan dan kepadatan pengguna KRL yang signifikan di sejumlah stasiun, salah satunya di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan.
Merespons aduan pengguna, pihak KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf dan mengonfirmasi penyebab utama keterlambatan armada perjalanan malam tersebut.
“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang PP sehubungan KA 1771D di antara Stasiun Serpong-Sudimara tertemper orang,” tulis akun X resmi @commuterline, Kamis (8/10/2026) pukul 19.47 WIB.
Evakuasi Selesai, Perjalanan Kembali Berjalan
Setelah dilakukan penanganan darurat oleh petugas di lokasi kejadian, rangkaian KA 1771D yang sempat tertahan akhirnya dinyatakan aman untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang.
“Saat ini perjalanan Commuter Line dengan nomor KA 1771D sudah dapat melanjutkan perjalanan kembali,” lanjut perwakilan KAI Commuter.
Dua Kali Gangguan dalam Sehari
Insiden pada malam hari ini melengkapi rentetan kendala operasional yang melanda Green Line sepanjang hari. Pada Kamis pagi sekitar pukul 06.32 WIB, ribuan pengguna KRL sempat tertahan akibat gangguan sistem persinyalan di Stasiun Tigaraksa.
Penanganan teknis dari tim sarana dan prasarana memerlukan waktu sekitar setengah jam hingga akhirnya lalu lintas persinyalan kembali normal pada pukul 06.59 WIB. Kendati telah teratasi, gangguan pagi dan malam tersebut berdampak nyata pada penumpukan penumpangan di sepanjang koridor Rangkasbitung hingga Tanah Abang.