BOGOR – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pembangunan 100 Kampung Nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh kawasan tersebut ditargetkan siap beroperasi pada akhir 2026 dengan dukungan fasilitas perikanan terpadu untuk menunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Arahan itu disampaikan Prabowo saat memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta laporan terbaru mengenai perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan, termasuk kesiapan fasilitas dan pengelolaan program agar pelaksanaannya sesuai target.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden secara khusus meminta pembaruan mengenai progres pembangunan kawasan nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta pembaruan perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah,” kata Teddy dalam keterangan pers.
Teddy menyampaikan, pemerintah menargetkan seluruh kampung nelayan tersebut dapat beroperasi sebelum akhir 2026. Setiap lokasi akan dilengkapi fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan perikanan sekaligus kehidupan masyarakat setempat.
“Hingga akhir tahun 2026, sebanyak 100 Kampung Nelayan ditargetkan siap beroperasi dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Pembangunan Kampung Nelayan dirancang tidak hanya menyediakan kawasan permukiman pesisir, tetapi juga mendukung kegiatan perikanan dari proses penangkapan hingga pemasaran hasil laut.
Fasilitas yang disiapkan mencakup dermaga tambat labuh untuk mendukung aktivitas kapal nelayan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan melaut dan pendaratan hasil tangkapan.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas rantai dingin atau *cold chain*, termasuk pabrik es dan gudang penyimpanan berpendingin (*cold storage*). Sarana ini ditujukan untuk menjaga kesegaran serta mutu ikan setelah ditangkap sebelum didistribusikan ke pasar.
Selain fasilitas penyimpanan, kawasan Kampung Nelayan akan dilengkapi pasar ikan modern. Keberadaan fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung proses pemasaran hasil tangkapan dan memperkuat kegiatan ekonomi di kawasan pesisir.
Dengan fasilitas yang terintegrasi, aktivitas perikanan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, mulai dari penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan, penyimpanan, hingga distribusi kepada konsumen maupun pelaku industri.
Modernisasi sarana tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perikanan nasional. Ketersediaan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus memperluas akses pemasaran.
Bagi masyarakat pesisir, keberadaan fasilitas pengolahan dan penyimpanan yang memadai berpotensi mengurangi kerusakan ikan setelah ditangkap. Dukungan infrastruktur itu juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan memperkuat posisi nelayan dalam rantai pasok perikanan.
Dengan target operasional pada akhir 2026, percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah dalam waktu yang telah ditetapkan. Kesiapan fasilitas dan pengelolaan di setiap lokasi menjadi bagian penting agar kawasan tersebut dapat mendukung aktivitas perikanan dan kebutuhan masyarakat nelayan.