Bencana kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kertajaya IV, kawasan Bandengan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/10/2026) siang. Amuk si jago merah meratakan sekitar 150 rumah tinggal, menelan dua korban jiwa, serta melukai seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Kebakaran skala besar ini dipicu oleh korsleting arus pendek listrik di salah satu rumah warga yang berada tepat di samping jalur rel kereta api.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi bahwa insiden ini memakan korban jiwa dari satu keluarga. Nenek dan cucunya ditemukan tewas mengenaskan di area dapur setelah tim damkar melakukan proses pendinginan.
“Untuk korban jiwa meninggal dunia ada dua orang. Petugas menemukan kedua korban di bagian dapur setelah mendapat laporan dari anggota keluarga yang kehilangan kontak,” terang Gatot Sulaeman di lokasi kejadian, Selasa.
Dramatisasi Lapangan: Petugas Tertimpa Balok dan Kepanikan Warga
Upaya penanggulangan api di kawasan kumuh tersebut diwarnai situasi mencekam dan insiden berbahaya. Seorang personel pemadam kebakaran sempat dilarikan ke Rumah Sakit Koja setelah tertimpa balok kayu dari bangunan rumah yang runtuh saat pemadaman awal.
Beruntung, hasil pemeriksaan medis dan foto rontgen menunjukkan personel tersebut tidak mengalami cedera patah tulang serius.
-
Kondisi Petugas: Korban dipastikan selamat dan hanya mengalami luka memar di bagian tubuh.
-
Kepanikan Masif: Sebelum armada damkar tiba, warga berhamburan menyiramkan air selokan seadanya di tengah kepulan asap tebal dan ledakan kabel listrik yang saling bersahutan.
-
Penyelamatan Barang: Warga panik menyelamatkan dokumen, pakaian, hingga barang elektronik di tengah tangisan kerabat yang kehilangan tempat tinggal.
Akses Gang Sempit dan Krisis Sumber Air
Proses pemadaman oleh personel Gulkarmat Jakarta Utara menghadapi kendala teknis yang sangat berat. Rapatnya bangunan di gang sempit serta minimnya pasokan air di sekitar titik lokasi membuat penetrasi selang pemadam berlangsung dramatis dan sempat memicu adu mulut dengan warga yang panik.
“Kendala utama kami adalah akses jalan yang sangat kecil untuk masuk unit kendaraan dan sumber air yang sulit dijangkau karena berada di dalam gang-gang sempit,” pungkasi Gatot.
Guna memastikan api tidak kembali berkobar di tengah kepadatan bangunan, puluhan personel dan armada pompa dikerahkan secara intensif hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai total.