Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengungkapkan fakta menggelitik di balik aksi selebrasi uniknya usai memenangi balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Pebalap asal Italia tersebut tertangkap kamera membawa dan memutar pepper grinder (penggiling lada) saat melakukan cooldown lap.
Kemenangan di GP Indonesia 2026 ini menjadi podium utama kelima bagi Bezzecchi sepanjang musim, sekaligus mengakhiri dahaga kemenangannya sejak terakhir kali berdiri di podium tertinggi pada GP Italia, Mei lalu.
Hasil manis di Mandalika sekaligus menjadi momentum pembalasan Bezzecchi usai melakoni periode sulit—mulai dari gagal mengemas poin di empat balapan berturut-turut, terjatuh saat memimpin di Misano, hingga menderita cedera lutut parah pasca-kecelakaan di GP Jerman.
Candaan Konyol Berujung Selebrasi ‘Lada Pedas’
Usai balapan, Bezzecchi membeberkan bahwa aksi membawa alat penggiling lada tersebut berawal dari lelucon internal (in-joke) antara dirinya, rekan-rekannya dari Italia, serta analis trek Aprilia, Matteo Baiocco.
Bahkan, calon juara dunia Formula 1, Andrea Kimi Antonelli, ikut terseret dalam lelucon khas tersebut.
“Ini cerita panjang bersama teman-teman saya di rumah yang suka datang menonton balapan. Kami punya kebiasaan konyol untuk selalu menaburkan lada (put pepper) di segala hal agar terasa pedas. Kami bahkan bilang ke Kimi: ‘Ayo, selalu beri ‘lada’ di setiap balapanmu’,” ujar Bezzecchi kepada After the Flag.
Bezzecchi mengaku sama sekali tidak tahu bahwa Baiocco telah menyiapkan penggiling lada asli di pinggir lintasan saat ia melintas merayakan kemenangan.
“Matteo mengejutkan saya dengan alat itu. Saya tidak tahu sebelumnya, tapi kejutan itu sangat luar biasa,” tambahnya sambil tertawa.
Perjuangan Bangkit dari Rumah Sakit hingga Perburuan Gelar
Kemenangan di Sirkuit Mandalika terasa sangat emosional bagi Bezzecchi. Cedera lutut yang dialaminya sejak pertengahan musim sempat menekan mentalitas dan performa balapnya di lintasan.
Ia mengungkapkan bahwa motivasi utama untuk bangkit sudah tertanam sejak pertama kali ia terbaring di ruang perawatan rumah sakit pada Juli lalu.
Bezzecchi mengakui proses comeback pasca-cedera berjalan sangat berat dan menuntut kerja keras ekstra dari tim Aprilia.
Tambahan 25 poin dari GP Indonesia berhasil memangkas selisih poinnya di klasemen sementara menjadi 46 poin dari pemuncak klasemen dengan lima seri tersisa.
“Rasa pertama saat saya berada di rumah sakit adalah bertanya kapan saya bisa menang lagi. Awal musim berjalan baik, lalu saya dihantam periode sangat sulit. Tapi hari ini ritme motor sangat luar biasa dan sepanjang akhir pekan di Mandalika kami bekerja dengan sangat solid,” pungkas Bezzecchi.