JAKARTA – Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan masa depan negaranya berkaitan erat dengan keberhasilan Indonesia. Karena itu, Singapura ingin Indonesia terus tumbuh dan sukses, sekaligus memperkuat kerja sama kedua negara di tengah tantangan kawasan, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pernyataan itu disampaikan Vivian dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan kedua negara, termasuk kerja sama penegakan hukum terhadap perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan penyebab kabut asap lintas batas.
Vivian menilai hubungan Indonesia dan Singapura memiliki arti penting bagi stabilitas dan kemakmuran Asia Tenggara. Kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang kuat membuat perkembangan kedua negara saling berkaitan.
Komitmen Singapura terhadap Indonesia juga tercermin dari posisi negara tersebut sebagai investor asing terbesar di Indonesia sejak 2014. Selain investasi swasta, dana kekayaan negara Singapura turut terlibat dalam berbagai proyek strategis.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari hubungan jangka panjang yang ingin terus diperkuat kedua negara, termasuk di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, Indonesia dan Singapura juga berupaya memperkuat kolaborasi dalam menangani karhutla yang selama ini menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan di kawasan.
Kedua negara sepakat membentuk Joint Task Force atau satuan tugas bersama untuk memperkuat penindakan terhadap perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran lahan.
Melalui mekanisme tersebut, kedua pemerintah akan meningkatkan pertukaran informasi dan data serta memperkuat koordinasi regulasi. Kerja sama ini juga diarahkan untuk menindak perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Singapura.
Vivian menegaskan, Singapura siap menggunakan berbagai instrumen hukum dan administratif untuk memastikan perusahaan yang terbukti melanggar mendapat sanksi sesuai ketentuan.
“Kebakaran hutan dan lahan disebabkan aksi manusia. Jadi kita punya tanggung jawab untuk menyelamatkan kesehatan semua warga negara di Indonesia dan Singapura,” ujar Vivian.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada petugas yang telah bekerja memadamkan kebakaran selama berminggu-minggu. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan tanggung jawab bersama karena dampaknya tidak berhenti pada batas wilayah satu negara.
Sementara itu, Arrmanatha menekankan pentingnya pelacakan aliran dana untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik praktik pembakaran hutan dan lahan.
Menurut dia, penegakan hukum perlu menjangkau lebih dari sekadar pelaku di lapangan. Perusahaan dan pihak yang memperoleh keuntungan dari pembakaran lahan juga perlu ditelusuri melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Kita harus mengikuti jejak uang yang ditinggalkan perusahaan-perusahaan ini. Singapura menawarkan untuk berbagi data mengenai perusahaan yang terkait dengan kebakaran, dan kami menyambutnya sebagai kesempatan yang berharga,” kata Arrmanatha.
Pertukaran data lintas negara diharapkan membantu Indonesia mengidentifikasi keterkaitan perusahaan, menelusuri kepemilikan korporasi, serta memperkuat proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Pertemuan tersebut sekaligus melanjutkan momentum Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat yang mempertemukan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026. Dalam pertemuan itu, kedua negara menghasilkan 26 kesepakatan di berbagai bidang, mulai dari transisi energi, ekonomi digital, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Hubungan Indonesia dan Singapura juga akan memasuki momentum penting pada 2027, ketika kedua negara memperingati 60 tahun hubungan diplomatik. Pada tahun yang sama, Singapura dijadwalkan memegang keketuaan ASEAN.
Kedua momentum tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Singapura untuk memperkuat kemitraan, baik dalam menghadapi persoalan lingkungan maupun mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas kawasan.
Pernyataan Vivian mengenai eratnya keterkaitan masa depan Singapura dengan keberhasilan Indonesia menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang tidak hanya bertumpu pada kepentingan ekonomi, tetapi juga pada kerja sama menghadapi tantangan bersama.