JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan para elite politik agar tidak menempatkan kepentingan partai dan kelompok di atas kepentingan bangsa. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai pijakan untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan politik.
Pesan itu disampaikan Dasco dalam refleksi peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Menurut dia, nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Dasco menilai, para pemuda yang mencetuskan Sumpah Pemuda memiliki latar belakang dan pandangan yang beragam. Namun, perbedaan tersebut tidak menghalangi mereka untuk menyatukan tekad demi mewujudkan cita-cita bangsa.
“Itulah keberanian politik generasi 1928. Menempatkan cita-cita bangsa di atas batas kelompok,” kata Dasco.
Ia menegaskan, semangat tersebut seharusnya juga tercermin dalam sikap para elite politik saat menjalankan tugas kenegaraan. Perbedaan partai, fraksi, hingga daerah pemilihan tidak boleh menjadi penghalang untuk mengambil sikap bersama ketika kepentingan nasional dipertaruhkan.
“Asal partai, fraksi, atau daerah pemilihan bukan alasan untuk menolak berdiri bersama ketika konstitusi dan keselamatan bangsa menuntutnya,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Dasco menyoroti peran DPR sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menekankan, parlemen tidak hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi politik, tetapi juga harus mengambil bagian dalam memperbaiki tata kelola negara.
“Parlemen harus hadir sebagai bagian dari perjuangan membenahi tata kelola negara, sekaligus garda terdepan dalam membela kepentingan nasional melalui kewenangan konstitusionalnya,” kata Dasco.
Menurut dia, perbedaan pandangan dalam politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang tidak perlu dihilangkan. Hal terpenting adalah bagaimana perbedaan itu dikelola secara dewasa agar tidak mengesampingkan kepentingan yang lebih besar.
Dasco mengingatkan, partai politik dan fraksi di parlemen memang menjadi sarana untuk memperjuangkan aspirasi. Namun, tanggung jawab terhadap Indonesia harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan tugas tersebut.
“Partai adalah jalan pengabdian. Fraksi adalah sarana memperjuangkan aspirasi. Tetapi Indonesia adalah amanah kita bersama,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memaknai kecintaan terhadap tanah air sebagai dorongan untuk terus melakukan perbaikan. Menurut Dasco, sikap mencintai Indonesia tidak berarti mengabaikan kekurangan yang masih ada.
“Cinta tanah air bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru karena mencintai negeri ini, kita harus berani memperbaikinya,” ujarnya.
Melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda, Dasco berharap semangat persatuan terus dijaga, terutama di tengah beragam pilihan dan kepentingan politik. Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga keutuhan bangsa.
Dasco berharap Indonesia dapat terus menjadi negara yang berpegang teguh pada konstitusi, memberikan keadilan kepada rakyat, serta menjaga kedaulatan di tengah perubahan zaman.