Lautan massa aksi masih bertahan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, hingga Rabu (28/10/2026) malam. Di bawah guyuran hujan deras, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto turun langsung ke lapangan untuk menenangkan situasi dan mengimbau massa agar segera membubarkan diri secara damai.
Menggunakan pengeras suara dari balik barisan pengamanan, perwira tinggi Polri tersebut berulang kali melontarkan imbauan persuasif kepada massa aksi agar tidak terpancing emosi.
“Tolong tertib, tolong. Sudah malam, silakan pulang, adik-adikku. Tolong jangan lempar-lempar, ya. Mari kita pulang, adik-adikku,” ujar Komjen Dadang lembut namun tegas di tengah rinai hujan.
Instruksikan Pasukan Tahan Diri dan Buka Ruang Dialog
Tidak hanya menenangkan massa di jalanan, Komjen Dadang juga menginstruksikan seluruh jajaran personel pengamanan untuk tetap dingin dan tidak membalas lemparan maupun provokasi. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi tetap kondusif, bahkan siap membuka ruang dialog langsung.
“Tolong jangan melempar, kita semua damai. Jika ada perwakilan massa yang ingin berdiskusi, silakan maju dan bicara langsung dengan saya,” tambahnya.
Apresiasi Elemen Mahasiswa dan Peringatan Kepada Perusuh
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kelompok mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya secara tertib dan memilih membubarkan diri lebih awal.
Ia mengindikasikan bahwa sebagian massa yang masih bertahan hingga larut malam di Bundaran HI diduga bukan lagi dari kelompok mahasiswa.
“Terima kasih untuk rekan-rekan mahasiswa yang sudah menyampaikan pendapat dengan damai dan sudah pulang seluruhnya. Adapun yang masih bertahan malam ini, saya tahu kalian bukan kelompok mahasiswa. Saya minta jangan menjadi perusuh. Ingat, kita ini tetap satu,” pungkas Komjen Dadang menegaskan.