JAKARTA – Liverpool melewati ujian berat saat menghadapi Chelsea di EFL Cup setelah duel sengit yang berakhir 1-1 dilanjutkan dengan adu penalti pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Pelatih Andoni Iraola melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain Liverpool, tetapi rotasi tersebut tidak menghalangi The Reds untuk menjaga daya saing menghadapi Chelsea.
Empat pemain tetap dipercaya sebagai starter setelah kemenangan atas Brighton, yakni Ronald Araujo, Cody Gakpo, Ryan Gravenberch, dan Virgil van Dijk.
Keputusan rotasi menjadi ujian bagi kedalaman skuad Liverpool, terutama ketika menghadapi Chelsea yang mampu memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan.
Chelsea lebih dahulu memimpin pada menit ke-38 melalui eksekusi penalti Morgan Rogers setelah Moises Caicedo dilanggar Ryan Gravenberch.
Liverpool baru berhasil menyamakan skor melalui Cody Gakpo, yang menjaga peluang timnya untuk melanjutkan perjuangan di kompetisi piala domestik tersebut.
Kedua kesebelasan gagal mencetak gol tambahan hingga waktu normal berakhir sehingga penentuan pemenang harus dilakukan melalui adu penalti.
Situasi tersebut membuat ketenangan para penendang menjadi faktor penting, mengingat satu kesalahan dapat menentukan nasib tim dalam pertandingan berintensitas tinggi.
Joe Gomez akhirnya tampil sebagai penentu kemenangan Liverpool setelah berhasil menjalankan tugasnya dari titik putih, sedangkan Wesley Fofana gagal menuntaskan eksekusi penalti untuk Chelsea.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan ketahanan mental Liverpool ketika menghadapi tekanan, sekaligus menegaskan pentingnya kontribusi pemain dari berbagai posisi dalam pertandingan penentuan.
Iraola mengapresiasi semangat juang anak asuhnya dan menyoroti ketenangan Alexis Mac Allister, Alexander Isak, serta Gomez ketika menjalankan tugas dalam adu penalti.
Atmosfer Anfield dan karakter pantang menyerah juga dinilai menjadi modal penting Liverpool untuk melewati pertandingan ketat melawan salah satu rival kuatnya.
Kemenangan melalui adu penalti ini menjadi hasil penting bagi Liverpool di EFL Cup, sementara Chelsea harus menerima kenyataan tersingkir setelah gagal memaksimalkan peluang pada babak penentuan.***