Tensi perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026 kian membara menjelang bergulirnya Seri GP Malaysia di Sirkuit Sepang akhir pekan ini. Di tengah posisi unggul Marc Marquez yang memimpin 10 poin atas pesaing utamanya, Jorge Martin—yang harus tampil menahan rasa sakit akibat cedera patah pergelangan tangan usai jatuh di Sprint Race Phillip Island—isu panas mengenai strategi team orders (instruksi tim) di internal Ducati mendadak mencuat ke permukaan.
Namun, potensi “karpet merah” bagi Marquez langsung ditolak tegas oleh sesama pembalap Ducati, Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia. Keduanya secara terbuka menolak gagasan untuk mengalah atau memuluskan jalan bagi pembalap asal Spanyol itu demi merengkuh gelar juara dunia kedelapannya di kelas utama.
Di Giannantonio: Fokus Mengejar Peringkat Klasemen Sendiri
Pembalap tim VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menegaskan bahwa prioritas utamanya di sisa musim ini adalah mengamankan posisi terbaik di tabel klasemen untuk karier pribadi dan timnya, bukan menjadi “pelayan” bagi pembalap lain.
“Saya secara tegas hanya memikirkan kejuaraan saya sendiri. Saya ingin mengoptimalkan sisa musim ini seratus persen. Pada akhirnya, saya mengenakan warna kuning dan memperjuangkan kepentingan tim saya untuk membawa pulang hasil terbaik,” ujar Di Giannantonio seperti dilansir GPOne.
Pembalap yang akrab disapa Diggia ini menambahkan bahwa target terdekatnya saat ini adalah menembus peringkat empat besar klasemen akhir, atau bahkan mengejar posisi ketiga jika ada keajaiban.
“Memang sangat sulit memangkas jarak dari Bezzecchi di sisa seri balapan. Tapi kami bertarung untuk itu dan fokus utama kami adalah tampil maksimal di setiap sirkuit demi meraih hasil akhir terbaik,” lanjutnya.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pembalap Aprilia, Raul Fernandez, yang mengaku sama sekali tak berniat ikut campur dalam peta persaingan gelar juara dunia karena sedang berfokus memulihkan dua jarinya yang patah usai insiden di GP Indonesia.
Bagnaia Ingatkan Filosofi Ducati: Siapa Cepat, Dia Menang!
Penolakan paling menohok datang dari rekan setim Marquez di Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia. Pembalap yang dipastikan hijrah ke Aprilia musim depan untuk berduet dengan Marco Bezzecchi ini menuturkan bahwa selama membela Ducati dan meraih dua gelar juara dunia (2022 dan 2023), ia tidak pernah meminta apalagi diuntungkan oleh skema team orders.
“Jujur, saya tidak pernah menerima perintah tim dan tidak pernah memintanya. Saat saya bertarung memperebutkan gelar, hal semacam itu tidak pernah diterapkan. Karena itu, saya percaya para pembalap harus diberi kebebasan untuk bertarung demi dirinya sendiri,” tegas Pecco Bagnaia.
Ia menekankan bahwa respek antarpembalap satu pabrikan memang penting saat melakukan manuver overtake, namun kemenangan tetap menjadi hak setiap individu di atas lintasan.
“Tentu saja, jika rekan setimmu sedang bertarung memperebutkan gelar juara dunia, kamu harus menyalipnya dengan cara bersaing yang sebersih dan aman mungkin. Namun, jika kamu memiliki kesempatan untuk menang, kamu harus menang!” pangkas Bagnaia menegaskan.