PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung edukasi energi bersih di kalangan siswa dan masyarakat melalui dua program unggulannya, Sekolah Energi Berdikari (SEB) dan Desa Energi Berdikari (DEB). Langkah ini merupakan wujud nyata kontribusi Pertamina dalam menciptakan generasi peduli lingkungan sekaligus mendukung target Net Zero Emission pada 2060.
Sekolah Energi Berdikari: Mendidik Generasi Muda Ramah Lingkungan
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan bahwa program SEB merupakan bagian dari inisiatif CSR yang menggabungkan pilar Lingkungan dan Pendidikan.
“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami berharap dapat membangun generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan,” ujar Fadjar.
Diluncurkan sejak Juni 2023, program ini telah menjangkau 11 sekolah pada tahun lalu, mengedukasi 5.135 siswa tentang energi bersih, serta mengurangi emisi karbon hingga 42 ton CO2eq per tahun melalui instalasi PLTS sebesar 33 kWp. Tahun ini, program SEB diperluas ke 12 sekolah tambahan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk SMAN 1 Maos dan SMK Tamtama 2 Sidareja di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Di SMAN 1 Maos, Pertamina memasang PLTS berkapasitas 3,3 kWp dengan baterai penyimpanan energi 5 kWh, yang mendukung operasional laboratorium fisika dan menjadi media pembelajaran teknologi energi terbarukan. Instalasi ini diperkirakan dapat menghemat biaya listrik hingga Rp6,8 juta per tahun dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 3,82 ton CO2eq per tahun.
Selain instalasi energi terbarukan, siswa juga diperkenalkan dengan konsep-konsep keberlanjutan seperti upcycling, pengolahan limbah makanan dengan magot, dan konservasi energi. Kepala Sekolah SMAN 1 Maos, Amin, S.Pd, M.Pd, menyatakan apresiasinya terhadap program ini yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang hijau dan berkelanjutan.
Di SMK Tamtama 2 Sidareja, Pertamina juga memasang PLTS serupa untuk mendukung bengkel Teknik Audio Visual. Selain itu, siswa diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti gerakan menanam pohon, upcycling competition, dan expo lingkungan berkelanjutan. Kepala Sekolah SMK Tamtama 2 Sidareja, Ruswanto, S.T, M.M, menyebut program ini sebagai langkah besar untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
Desa Energi Berdikari: Meningkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan
Selain fokus pada pendidikan, Pertamina juga memperluas dampak energi bersih melalui Program DEB yang kini telah menjangkau 149 lokasi dan memberikan manfaat bagi 34.190 penerima, termasuk 30 penyandang disabilitas. Program ini berhasil mereduksi emisi karbon hingga 729.545 ton CO2eq per tahun dan meningkatkan ekonomi masyarakat sebesar Rp3,3 miliar per tahun.
Salah satu lokasi penerapan DEB adalah Desa Mernek, Maos, Kabupaten Cilacap, di mana Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memasang PLTS berkapasitas 6,6 kWp. Instalasi ini mendukung operasional rumah hidroponik, mesin pengering padi, dan kawasan wisata. Dampaknya, produksi padi meningkat dari 2,5 ton menjadi 4 ton per hektar, serta biaya listrik dapat dihemat hingga Rp14 juta per tahun.
Menurut Kepala Desa Mernek, Bustanul, program ini meningkatkan pendapatan petani hingga Rp200 ribu–Rp300 ribu per ton hasil panen, sekaligus memberikan pengetahuan baru terkait teknologi energi terbarukan.
Mendukung Target Net Zero Emission dan SDGs
Program SEB dan DEB sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060, mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan mitigasi perubahan iklim.
Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif keberlanjutan di seluruh lini bisnisnya melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG). Langkah ini mencerminkan peran Pertamina dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.