Sejarah Isra Miraj harus dihayati oleh seluruh umat Muslim untuk dapat memahami makna dan hikmah yang ada di baliknya.
Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah umat Islam yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab pada kalender Hijriah.
Di tahun 2025, Isra Miraj 1446 yang diperingati pada tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah, jatuh pada tanggal 27 Januari 2025 mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sejarah Isra Miraj
Dikutip dari laman Kementerian Agama RI, sejarah Isra Miraj terjadi pada masa akhir kenabian di Makkah, beberapa waktu sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Peristiwa ini, menurut banyak ulama, terjadi antara tahun 620-621 Masehi, meskipun tanggal pastinya berbeda-beda.
Dalam Alquran Surat Al-Isra ayat 1, Allah SWT menjelaskan tentang peristiwa ini:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Perjalanan tersebut dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, dan dilanjutkan ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat yang sangat tinggi yang tidak dapat dijangkau oleh malaikat, manusia, atau jin.
Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq, yang ukuran tubuhnya lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari bagal, dan melangkah sejauh mata memandang.
Makna dan Hikmah Peristiwa Isra Miraj
Isra Miraj memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Kata “Isra” merujuk pada perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sementara “Miraj” adalah perjalanan Nabi dari bumi ke langit hingga Sidratul Muntaha.
Sementara itu, Isra Miraj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang mengarah kepada pertemuan dengan Allah SWT dan menerima perintah penting, yaitu sholat lima waktu.
Awalnya, Allah memerintahkan 50 kali sholat, tetapi melalui permintaan Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan masukan dari Nabi Musa, jumlah sholat tersebut dikurangi menjadi lima waktu sehari semalam.
Peristiwa Isra Miraj juga mengandung berbagai hikmah dan pembelajaran penting, baik dari sisi spiritual maupun kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah pengajaran tentang pentingnya hati dalam kehidupan seorang Muslim.
Sebelum perjalanan dimulai, hati Nabi Muhammad SAW dibersihkan oleh malaikat Jibril dan Mikail dengan air zam-zam, kemudian diisi dengan hikmah dan iman.
Dari hal tersebut, manusia seolah-olah diajarkan bahwa hati adalah pusat keimanan dan ketakwaan karena dalam hakikatnya, logika dan akal hanya membawa manusia pada kebaikan yang terkadang tercampur dengan kepentingan pribadi. Sebaliknya, hati yang bersih akan mengarahkan kita pada kebaikan yang lebih hakiki.
Perjalanan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya sholat sebagai bentuk ibadah yang langsung diatur oleh Allah SWT untuk umat Islam. Sholat adalah sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta untuk memperbaharui keimanan kita setiap hari.