JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Timur sejak Kamis pagi menyebabkan banjir melanda beberapa kawasan, termasuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit. Sejumlah makam tergenang, sementara warga setempat menghadapi kesulitan dalam aktivitas sehari-hari.
“Perkiraan ketinggian air sekitar 40 sentimeter karena hujan dari pagi tidak berhenti-henti, deras juga,” ungkap Surya, 50 tahun, warga Pondok Kelapa, saat dihubungi Antara.
Menurut Surya, banjir mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB akibat saluran air di sekitar TPU yang berukuran kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
“Air mulai naik dari jam 10.00 WIB. Saluran gotnya kecil, hujannya deras, jadi air tidak tertampung,” kata dia.
Banjir kali ini disebut berbeda dari biasanya. Surya menambahkan, air meluap hingga ke area yang sebelumnya jarang terdampak genangan.
“Biasanya sampai rumah warga tidak seperti ini. Tapi karena sudah tidak nampung lagi, jadi air meluap. Kalau hujan tidak reda, kemungkinan bisa lebih tinggi. Ini daerah yang tanahnya rendah yang kebanjiran, kalau yang lebih tinggi tidak,” jelasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur juga melaporkan beberapa titik terdampak banjir, salah satunya di Jalan Taruna Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter sejak pukul 11.00 WIB.
“Genangan air yang bertahan hingga siang hari membuat mobilitas warga terbatas,” ujar Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim.
Selain Pondok Bambu, banjir juga merendam Jalan Cempaka VI RW 009 RT 008, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, dengan ketinggian air sekitar 15 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan akses jalan lingkungan sulit dilalui, sehingga aktivitas warga, terutama anak-anak dan lansia, terganggu.
BPBD Jakarta Timur terus memantau perkembangan banjir dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan di wilayah rendah.