JAKARTA – Kecelakaan tunggal melibatkan truk boks terjadi di ruas Tol Wiyoto Wiyono Km 17+500 A, tepatnya di kawasan Warakas menuju Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (2/5/2026) pagi. Insiden ini diduga dipicu oleh kelebihan muatan yang menyebabkan ban kendaraan pecah hingga akhirnya truk kehilangan kendali dan terbalik.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala menjelaskan, kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Tanjung Priok menuju Pluit. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, kondisi kendaraan tidak lagi stabil.
“Menurut pengakuan pengemudi, kendaraan light truck boks datang dari Tanjung Priok menuju Pluit. Sesampainya di TKP, mengalami pecah ban belakang kiri karena muatan penuh. Truk hilang kendali, lalu terbalik,” ujar Reiki dalam keterangannya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIB dan sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi. Petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian langsung melakukan penanganan, termasuk pengaturan arus kendaraan untuk mengurai kemacetan.
Dari hasil pemeriksaan awal, kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan tersebut. “Kendaraan light truck boks mengalami kerusakan 80 persen,” kata Reiki.
Meski kondisi kendaraan rusak berat, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kejadian ini kembali menyoroti persoalan klasik di jalan tol, yakni kendaraan dengan muatan berlebih yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Reiki menegaskan, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pecahnya ban belakang yang tidak mampu menahan beban kendaraan. “Kecelakaan lalu lintas terjadi diduga karena pecah roda belakang,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, posisi akhir kendaraan dalam keadaan terbalik dengan roda menghadap ke atas di jalur arah timur. “Posisi akhir kendaraan posisi arah timur roda menghadap atas,” tambahnya.
Polisi mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, untuk memperhatikan kapasitas muatan dan kondisi kendaraan sebelum melintas di jalan tol guna mencegah kecelakaan serupa


