JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan Washington siap melanjutkan aksi militer terhadap Iran jika negara itu tidak memenuhi komitmen dalam perjanjian yang baru ditandatangani.
Berbicara di Brussels usai pertemuan dengan para menteri pertahanan NATO, Hegseth menyatakan, “Presiden telah menyatakan bahwa kami akan siap untuk memulai kembali jika, sesuai dengan jangka waktu pembicaraan ini, Iran tidak melakukan apa yang telah dijanjikannya.” Ia menambahkan, “Jika Iran tidak mematuhi, maka kami lebih dari mampu untuk memberlakukan kembali blokade yang ketat.”
Hegseth juga melontarkan kritik keras terhadap NATO yang dianggap kurang mendukung AS dalam konflik melawan Iran. Menurutnya, sekutu Eropa terlalu sering menolak memberikan akses pangkalan atau pelabuhan, bahkan mengkritik langkah militer AS. “Amerika Serikat telah membela Eropa selama beberapa generasi… namun terlalu banyak sekutu kita yang menolak atau mencoba menenggelamkan kita dalam perdebatan hukum yang rumit,” ujarnya, dilansir The Guardian, Kamis (18/6/2026).
Ia menekankan bahwa penolakan sekutu justru membahayakan pasukan Amerika. Hegseth menilai dukungan penuh dari NATO seharusnya tidak dipertanyakan, mengingat ancaman Iran terhadap kepentingan Eropa lebih langsung dibandingkan terhadap AS.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman di Islamabad, yang bertujuan mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, ancaman Hegseth menunjukkan Washington tetap menyiapkan opsi militer jika kesepakatan itu dilanggar.