Sebuah tindakan nekat yang berujung miris terjadi di kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Petugas gabungan berhasil mengamankan sedikitnya 15 pendaki ilegal yang nekat menerobos masuk ke Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi di kawasan Taman Satriyan.
Rombongan yang terdiri dari 2 koordinator, 1 porter, dan 12 pendaki tersebut diamankan di wilayah Desa Ranupani, Lumajang, dan Desa Kampung Anyar, Ampelgading, Kabupaten Malang. Mirisnya, dalam patroli ini petugas justru menemukan seorang pendaki yang mengalami cedera kaki parah dalam kondisi ditinggalkan sendirian oleh rombongannya di puncak.
Proses evakuasi berjalan dramatis, melewati medan berat, dan baru berhasil dibawa keluar kawasan pada malam hari sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Kini, seluruh rombongan tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Simak rekaman visual proses evakuasi di medan terjal, wajah para pendaki saat diperiksa, serta keterangan resmiKepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, hanya di Garuda TV!
Bagaimana pendapat Anda tentang rombongan pendaki yang tega meninggalkan temannya yang sedang cedera demi menghindari petugas? Tulis komentar Anda di bawah!
Editor & Uplaoder: BS