Garuda Tv – Amerika Serikat menawarkan teknologi Small Modular Reactor (SMR) sebagai salah satu opsi pengembangan energi nuklir untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil Indonesia. Teknologi reaktor nuklir berukuran kecil tersebut dinilai lebih fleksibel untuk ditempatkan di daerah dengan akses energi terbatas maupun kawasan yang memiliki kebutuhan listrik tinggi, seperti wilayah pertambangan.
Konsultan sekaligus ahli nuklir asal Amerika Serikat, Kelle Barfield, mengatakan SMR memiliki keunggulan dari sisi ukuran yang lebih ringkas dibandingkan pembangkit nuklir konvensional. Menurutnya, desain modular memungkinkan reaktor diproduksi di pabrik, kemudian diangkut dan dipasang di lokasi tujuan dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Selain untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di wilayah terpencil, Barfield menyebut teknologi SMR juga berpotensi memasok energi bagi pusat data (data center) serta kawasan industri yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan berkelanjutan.
Barfield juga mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat telah mengembangkan pemanfaatan SMR melalui Program JANICE. Program tersebut mencakup penggunaan reaktor kecil berkapasitas sekitar lima megawatt di sejumlah pangkalan militer sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi.
Dalam kesempatan yang sama, Barfield menilai kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat membuka peluang percepatan kerja sama pengembangan teknologi energi nuklir.
Melalui berbagai program pendampingan, Amerika Serikat menawarkan dukungan berupa pembiayaan infrastruktur dasar, asistensi teknis, hingga pendampingan dalam pemilihan teknologi SMR yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional, Sripeni Inten Cahyani, menyatakan pemerintah telah memasukkan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.
Menurutnya, teknologi SMR dinilai sesuai untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah luar Jawa, khususnya Indonesia bagian timur, yang masih mengandalkan pembangkit berbahan bakar diesel.
Namun demikian, Sripeni menegaskan pemerintah hanya akan mengadopsi teknologi yang telah terbukti layak secara komersial dan memenuhi standar keselamatan internasional.
Ia memperkirakan implementasi komersial teknologi SMR paling cepat dapat dimulai pada 2029 apabila seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai rencana.
Pemerintah juga menegaskan tetap terbuka terhadap kerja sama pengembangan energi nuklir dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, selama memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional dan memenuhi aspek keselamatan, regulasi, serta kepentingan nasional Indonesia.
Caption, Editor & Upload: Tijani
GARUDA TV – Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya
Saksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:
www.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
Scan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.
🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel https://www.youtube.com/@garudatv.official
🔴 Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@garudatvnews
🔴 Like our Official Facebook https://www.facebook.com/garudatv.official
🔴 Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/garudatv.official/