BOGOR – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Kualifikasi Pratama bagi Pegawai di lingkungan Badan Nasional Narkotika (BNN) di Bogor, Jawa Barat, Selasa, (30/9).
“Gotong royong ini merupakan upaya bersama membangun aparatur negara yang berkarakter dan beretika Pancasila sebagai aktor kunci pada proses transformasi sosial dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika guna mewujudkan Indonesia Emas 2045”, ujar Kepala BPIP Prof. Drs. Yudian Wahyudi saat membuka acara.
Menurutnya tantangan dalam pembangunan karakter dan bangsa melalui Pembinaan Ideologi Pancasila dewasa ini sangatlah kompleks. Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menuntut untuk terus dinamis dalam mencegah dan mengatasi hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Bapak dan Ibu sekalian memiliki tugas yang mulia, yakni secara nasional melakukan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, serta rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penciptaan Indonesia bersih dari narkoba”, paparnya.
Ia berharap, para peserta Diklat menjadi teladan dalam penegakan dan penerapan nilai-nilai Pancasila secara praksis pada pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara di lingkungan BNN khususnya dan umumnya di masyarakat.
“Kita berharap setelah mengikuti Diklat PIP ini, saudara mendapatkan peningkatan dimensi keyakinan, pengetahuan, dan komitmen terhadap ideologi Pancasila, sehingga mampu berkomitmen untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik lagi, khususnya sebagai abdi negara di BNN”, harapnya.
Kepala BNN Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto dalam sambutannya menegaskan Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi Nasional memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan, ketahanan serta identitas Nasional.
“Dalam era globalisasi dan dinamika sosial ini, nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi rujukan normatif, tetapi harus diinternalisasi secara utuh dalam sikap dan perilaku Bapak Ibu sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Bangsa”, ucapnya.
Menurutnya di tengah tantangan Bangsa saat ini seperti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang bersifat lintas batas dan semakin terorganisir, peran para aparatur negara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan hukum dan represif.
“Tugas kita tidak cukup dengan pendekatan hukum dan represif atau cakap dalam teknis, tetapi diperlukan pondasi ideologis yang kuat, oleh karena itu internalisasi Nilai Pancasila bagian dari strategis besar membangun ketahanan Nasional, termasuk dalam perang melawan narkotika”, tegasnya.