CIREBON – Banjir bandang yang menerjang Kota Cirebon turut merendam Keraton Kasepuhan, salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah terkemuka di Jawa Barat. Air setinggi 30 sentimeter menggenangi area keraton, bahkan memasuki Bangsal Pringgadani dan Prabayaksa, ruang utama keraton.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, PR Goemelar Suryadiningrat, tampak air keruh merendam bagian dalam bangsal sejak pukul 00.30 WIB pada Sabtu (18/1).
“Ada yang kena banjir di halaman belakang keraton dan area bangsal sekitarnya saja,” ungkap Gugum, sapaan akrab PR Goemelar Suryadiningrat, dalam keterangannya.
Gugum menambahkan bahwa banjir di Keraton Kasepuhan sudah terjadi dua kali sebelumnya, namun banjir kali ini merupakan yang terparah karena air pertama kalinya memasuki ruang utama.
“Sudah dua kali kebanjiran, tapi tidak separah ini,” ujarnya, dilansir dari arahpantura.
Hingga pukul 05.00 WIB, air mulai surut, namun meninggalkan jejak berupa lumpur tebal dan sampah di seluruh area keraton.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas di keraton yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan.
Kini, Keraton Kasepuhan tengah dibersihkan oleh tim keraton dan relawan. Pembersihan lumpur dan sampah dilakukan untuk memulihkan kondisi bangunan dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Cirebon dan kiriman air dari daerah hulu, termasuk Kabupaten Kuningan. Kejadian ini juga memperburuk situasi banjir di berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.
